Jejaring yang Tak Disadari

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Hari ini saya tersadar bahwa apa yang biasanya kita sebut sebagai dunia yang menyempit atau pertemanan yang meluas, barangkali tidak demikian adanya. Ada takdir yang berkelindan, yang diatur oleh Allah untuk mempertemukan satu manusia dengan manusia lain, meski semustahil apa pun kelihatannya.

Maka ketika saya bertemu dengan seorang kakak kelas di sebuah klinik, itu bukanlah kehendak saya.
Pun ketika seorang mahasiswi menyapa saya di sebuah apotek, itu bukanlah keinginan saya.
Juga ketika tempat yang saya tuju untuk mengisi perut ternyata dimiliki oleh seorang pedagang yang telah lama tak diketahui kabarnya, itu bukanlah maunya saya.

Semuanya terjadi seakan tanpa sadar, di luar kehendak, involunter.
Namun, saya pikir tidak ada yang benar-benar involunter di dunia ini karena semuanya telah diatur dengan sangat akurat dan presisi oleh Yang Maha Teliti.

The Social Network, Good Will Hunting, dan Apa yang Bisa Diperbandingkan dari Keduanya

MV5BMTM2ODk0NDAwMF5BMl5BanBnXkFtZTcwNTM1MDc2Mw@@-horz

The Social Network IMDb page; Good Will Hunting IMDb page

Keduanya sama-sama film. Keduanya sama-sama berlatar budaya Barat. Keduanya sama-sama bercerita tentang tokoh utama yang jenius. Namun, yang satu mendahului yang lainnya. Lalu apa yang bisa diperbandingkan dari keduanya? Saya pikir ada beberapa hal yang menarik, meski saya mungkin masih belum cukup mampu mengupasnya secara telaten.

Continue reading

Dari Tahun ke Tahun

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Dari tahun ke tahun, persepsi kita terhadap Hari Raya Idul Fitri agaknya berbeda. Kala anak-anak, Idul Fitri mungkin lebih banyak unsur selebrasinya. Selebrasi atas selesainya puasa yang mungkin baru sanggup dilalui setengah hari, selebrasi atas baju baru, atau selebrasi atas pemasukan dadakan dari para kerabat dan sanak saudara.

Seiring bertambahnya usia, agaknya semakin berat untuk menganggap Hari Raya Idul Fotri sebagai sebuah selebrasi. Bila teringat dengan ibadah puasa yang belum maksimal atau tadarus Al-Qur’an yang kerap tertinggal, atau sedekah yang masih alakadarnya, Idul Fitri mungkin diisi dengan pertanyaan bercampur kerisauan. Sudah takwakah kita? Sudah siapkah kita untuk bertanding selepas masa pelatihan bernama Ramadhan? Sudah mampukan kita mempertahankan kebiasaan baik yang kita lakukan selama Ramadhan? Sudah diampunikah dosa-dosa kita oleh Allah ta’ala?

Bila jawaban untuk keempat pertanyaan tersebut adalah belum, tentu bertambahlah kerisauan di hati. Namun, jangan sampai kerisauan itu membuat kita berputus asa dari rahmat Allah. Kesempatan masih terbuka bagi kita yang mau memperbaiki diri.

Mari terus bergerak kearah yang lebih baik🙂.

Taqabbalallahu minnawa minkum. Mohon maaf atas segala kesalahan🙂.

Kisah Rasulullah yang Kental dalam Pesan Moral Namun Rapuh dalam Validitas

Sebagai pengingat🙂

Jejak-jejak yang Terserak

gelas rusak
Semalam saya ingin membuat sebuah coretan tentang salah satu atau dua kisah yang menceritakan tentang kehebatan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam beserta para sahabat beliau. Coretan yang rencananya untuk diikutkan lomba yang dead linenya semalam. Bentuk coretannya mungkin agak mirip-mirip dengan beberapa flash fiction yang pernah saya buat. Menceritakan kembali sebuah peristiwa yang terekam dalam hadits namun dari sudut pandang tokoh yang berbeda. Kira-kira seperti itulah keinginan saya.

Dua kisah hebat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam yang saya ingat dan ingin saya tuliskan kembali adalah tentang pengemis buta yang ditemui Rasulullah setiap hari di pasar dan tentang Ukasyah yang ingin melakukan qishas kepada Rasulullah.

Sebelum saya menulis kembali cerita tersebut, saya coba melakukan pencarian untuk memastikan bahwa hadits yang menceritakan kisah tersebut memiliki derajat yang dapat dipercaya. Hasan atau shahih.

Untuk kisah pengemis buta, rupanya cukup banyak blog yang menyajikan kisah tersebut. Bahkan ada pula visualisasi kisah tersebut dalam bentuk film kartun…

View original post 1,556 more words

Belajar dari Kisah-kisah Terdahulu: Suatu Catatan Acak

forest-315184_1280

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Mungkin ini ada kaitannya dengan salah satu fungsi kognitif menurut tipologi MBTI: Si (introverted sensing), yang mengarahkan penggunanya untuk mengingat hal-hal yang telah terjadi dan menjadikannya sebagai sumber pertimbangan sebelum membuat keputusan, tetapi sebenarnya, setiap manusia seyogianya belajar dari kisah-kisah terdahulu. Baik itu kisah pribadi, sahabat, orangtua, pasangan hidup, motivator, atau tokoh-tokoh dunia, siapa saja. Ya, saya percaya bahwa kisah siapa pun bisa dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya.

Continue reading