[Food Journey] Bakso Kuah

[Maaf, lagi2 fotonya nyusul yee]

Kayaknya selama di rumah, aku lumayan sering mempraktekkan keahlian kenekatanku di bidang kuliner, dan yah, jadilah bakso kuah yang ancur lebur musnah binasa.

Dan, who knows semuanya diawali oleh iklan kecap? Grrr… gara-gara iklan kecap ABC Black Gold, saya memberanikan diri buat meniru makanan yang ada di iklan tersebut, yaitu Daging Masak Kecap….

Oke, awalnya saya memang berencana membuat masakan itu, keliatannya juga cukup..hmm..gitulah.

Namun, acara Two Chef di Arirang mengacaukan segalanya! Saya jadi tergiur membuat semacam beef sautee dengan wortel. Lagipula, cara memasaknya juga tidak ribet, kok!

Ternyata, semuanya tidak seperti yang saya bayangkan. Beberapa saat sebelum masak, niat membuat bakso muncul di benak saya. (Dasar plin-plan)

Yosh, jadilah saya membuat bakso berbekal peralatan dan pengetahuan seadanya. Karena saya ga punya peralatan untuk menggiling daging (saya udah coba pake miller, tapi saya stop soalnya takut tuh miller rusak), saya cincang-cincang kasar aja deh tuh daging, daging yang bandel saya cabik-cabik pake tangan (berasa karnivora).

Abis itu, saya campur pake lada bubuk, garam, tepung kanji dan sedikit air, trus bentuk bola-bola. Dari dua potong daging, saya dapet 11 butir bakso.

Trus, saya mendidihkan air yang dicampur irisan bawang prei dan seledri, plus sedikit garam. Setelah mendidih, saya masukkan bakso mentahnya. Tunggu sampai mengapung.

Dan apakah yang terjadi saudara-saudara???

Bakso saya berselaput jel kanji..huweeee

Well, menurut analisis saya, itu gara-gara dagingnya kurang halus, jadi tepung kanjinya numpuk di bagian luar bakso.

Ya sudahlah, apa boleh buat.

Air rebusan bakso saya jadiin kuah. Pelengkapya adalah bihun(berasa jualan bakso beneran deh saya).

Icip-icip dulu dong…

Ternyata rasanya aneh! Kuahnya ga berasa!

Yasudlah, buru-buru saya didihkan lagi kuah baksonya, saya tambah bawang putih, garam, dan bahan-bahan lain seenaknya. Hasilnya, sama aja.

Setelah, merenung, meratapi nasib, akhirnya mama saya pulang. Dan tahukah kalian, beliau membawa apa??? Tahukah? TAHUKAH?? (digampar karena lebay)

Yak, beliau membawa bakso, Saudaraku sekalian! Silakan ketawa.

Mamaku yang baik hati mengajukan idenya yang cemerlang! Beliau mencampurkan kuah bakso yang mantep punya dengan kuah bakso buatan anaknya yang abal-abal mampus. Hasilnya? Ga tau dah…

Tapi asik dong, bakso yang tadinya cuma 1 bungkus, sekarang bisa disulap jadi 5 porsi (tentunya, dengan memanfaatkan bihun dan bakso buatan saya.. hehehe)

Apa komentar dewan penguji?

Ayah : Kok baksonya alot?

Saya : Dagingnya kurang halus sih.

Mama : Enak kok, kayak bakso urat.

Saya : hehehe *nyengir*

Nenek : Gimana cara buatnya?

Saya : hehehe..masih ancur itu baksonya.

Ayah : makanya, giling dagingnya pake ampia

Saya : tadinya sih kepikiran, tapi ampia di rumah udah karatan…

Dan kami pun melewatkan sore itu dengan riang gembira dan perut yang kenyang.

Ok, that’s all! Ada yang mau komentar?

Advertisements

2 thoughts on “[Food Journey] Bakso Kuah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s