Penjurusan dan Ichi Ritoru no Namida

Penjurusan, siapa yang ga kenal dengan kata yang satu ini? Satu kata yang mungkin membuat sebagian siswa SMA cemas. Ilmu Alam? Ilmu sosial? atau Bahasa?

Hmm… kalau saya sih tidak pernah melalui proses ini karena seluruh siswa kelas saya waktu SMA memang ditakdirkan untuk masuk jurusan Ilmu Alam (IPA).

Tujuan penjurusan adalah untuk mengarahkan siswa untuk mempelajari apa yang diminatinya. Bila ia tak menyukai hitung-hitungan khas IPA dan malah menyukai ekonomi, tentu sebaiknya ia memilih jurusan IPS. Atau mereka yang menyukai bahasa tentu sebaiknya memilih jurusan Bahasa.

Namun, apakah kenyataannya seperti itu?


Dari informasi yang saya dapatkan:

Ada beberapa orang siswa SMA yang seangkatan dengan saya harus meminta pindah jurusan.

Terkadang penjurusan di SMA dilakukan berdasarkan nilai siswa di mata pelajaran tertentu. Bila nilai pelajaran IPA bagus, mereka akan ‘dilempar’ ke kelas IPA walaupun mereka tidak berniat masuk jurusan IPA.

Beberapa siswa memilih jurusan IPA agar terbiasa belajar disiplin, karena mereka menganggap jurusan IPS identik dengan pola belajar santai, walaupun nantinya mereka berencana untuk melanjutkan studi di bidang sosial.

Banyak siswa dari jurusan IPA yang kuliah di jurusan sosial. Tetapi hal sebaliknya sangat jarang terjadi.

Salah seorang teman saya mengatakan bahwa mahasiswa FE yang berasal dari jurusan IPA lebih cepat dalam menghitung ketimbang anak IPS, tetapi kalau soal teori, anak IPA masih kalah.

Nasihat guru Kesenian saya waktu SMA:

Bapak harap kalian nantinya kuliah di jurusan eksakta. Kasihan anak sosial nantinya kalau ladang mereka kalian rebut.

Nah, jadi, sesignifikan apa sih penjurusan di SMA? Toh, kita masih bisa memilih jurusan sesuka hati saat SNMPTN…

Mungkin hal ini terlalu kontroversial ya, tetapi sebenarnya (dari lubuk hati yang paling dalam) saya beranggapan bahwa sebaiknya siswa jurusan IPA nantinya juga masuk IPA, yah, seperti kata guru saya tadi. Kan sia-sia ilmu eksaktanya kalo ga dimanfaatin buat studi yang lebih lanjut? Atau mending pilih jurusan lain aja yang memang sesuai dengan minat.

Soal imej sih ga penting, ga semua siswa IPS itu brutal, juga ga semua siswa IPA itu rajin dan pintar. Semuanya bergantung pada kemauan dan pendirian kita. Karena yang akan menjalani kehidupan ini ya kita, bukan orang lain. Kalau teman-teman yakin bisa, kenapa tidak?

Eh, tunggu tunggu!!! Nah, sekarang apa hubungannya dengan Ichi Ritoru no Namida atau One Liter of Tears, drama Jepang yang terkenal itu?

Buat teman-teman yang punya dramanya, monggo, buka episode 7. Di sana ada adegan Nishino sensei yang mengingatkan siswa kelas 1A untuk memilih jurusan dengan bijak dan menyerahkan Future Path Questionnaire pada pertemuan selanjutnya. Bukan sekadar jurusan, melainkan juga  rencana untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga, diharapkan siswa bisa lebih fokus dan mampu memutuskan jalan hidupnya sendiri.

 

1LitreOfTears-gif 

Nah, coba bandingkan dengan pelajar Indonesia. Masih banyak yang bingung dengan jurusan pilihannya pada H-sekian menjelang SNMPTN. Masih banyak yang asal memilih jurusan. Masih banyak yang ikut-ikutan teman. Teman memilih HI, dia ikut aja. Padahal belum tentu dia cocok di jurusan tersebut.

Bisa dibayangkan bagaimana nasib pelajar dan mahasiswa Indonesia nantinya?

Akhir kata, maaf kalau postingan ini terkesan labil dan frontal. Maaf buat yang merasa tersinggung. Dan semoga pendidikan di Indonesia terus maju dan berkembang.

Advertisements

2 thoughts on “Penjurusan dan Ichi Ritoru no Namida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s