Materi Sesi I: Gempa – Tsunami Indonesia dan KOGAMI

Pemateri: Patra Rina Dewi, Direktur Eksekutif KOGAMI

Ø Pada saat gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, pemateri ikut berlayar ke Pulau Simeulue sebagai salah seorang relawan. Dari 78.000 orang penduduk, 7 orang yang tewas. Hal ini terjadi karena kearifan lokal masyarakat Simeulue yang telah mengetahui tanda-tanda bencana. Tetapi masalahnya adalah mereka tidak tersentuh bantuan yang cukup karena kondisi mereka dianggap aman sehingga tidak diprioritaskan untuk menerima bantuan.

Ø Pada tanggal 10 April 2005, terjadi gempa di Kota Padang. Pemateri kembali bertugas sebagai relawan.

Ø Kota Padang merupakan kota yang paling berisiko di dunia untuk terkena bencana tsunami karena penduduk Padang yang tinggal di daerah pantai sangat padat.

Ø Informasi dari ilmuwan California Technology Institute menyatakan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan segera di kota Padang. Masalahnya, warga Padang trauma dengan kata ‘tsunami’.

Ø LIPI menyatakan bahwa pada tahun 1797 terjadi gempa besar di Padang yang membangkitkan tsunami. (Sumber: perpustakaan Belanda)

Ø Tidak bergeraknya lempeng Indo-Australia ke arah lempeng Eurasia (yang seharusnya bergerak 5-7 cm per tahun) merupakan tanda-tanda bahwa lempeng tersebut akan melepaskan energi yang sangat besar.

Ø Padang merupakan kota pertama di Indonesia yang melakukan simulasi tsunami. Kegiatan ini diliput oleh Asahi Shimbun, salah satu surat kabar Jepang.

Ø Pada tanggal 4 Juli 2005, KOGAMI (Komunitas Siaga Tsunami) terbentuk. Selain bertujuan agar kegiatan-kegiatan relawan lebih terstruktur, beberapa ilmuwan juga mendesak karena satu tahun sebelum terjadinya peristiwa tsunami Aceh, mereka telah mengingatkan pemerintah Indonesia untuk bersiap siaga karena ada kemungkinan bencana tsunami tahun 1861 akan terulang. Sayangnya, pemerintah Indonesia tidak menanggapinya dengan serius. Secara resmi, KOGAMI terbentuk tanggal 21 September 2005.

Ø  Prinsip kegiatan penyuluhan kesiapsiagaan yang dilakukan KOGAMI:

· Masyarakat tahu di mana mereka tinggal/bekerja

· Masyarakat tahu bagaimana menanggapi peringatan awal

· Masyarakat tahu apa yang harus mereka lakukan setelah peringatan awal

· Masyarakat tahu ke mana harus pergi

· Anggota keluarga bertemu di tempat yang aman

· Masyarakat tahu bagaimana mencari informasi dari sumber yang terpercaya

· Masyarakat tahu bagaimana cara mengangkut sumber daya (harta-benda)

Ø Aktivitas KOGAMI di masyarakat

· Mengenalkan istilah bencana

· Berbagi pengetahuan tentang bencana

· Melakukan pengujian risiko oleh diri sendiri

· Merancang rencana aksi

· Mengembangkan standar operasional prosedur (SOP)

Ø Aktivitas KOGAMI di sekolah

· Mengenalkan istilah bencana

· Berbagi pengetahuan tentang bencana

· Melakukan pengujian risiko oleh diri sendiri

· Merancang rencana aksi

· Mengembangkan standar operasional prosedur (SOP)

· Latihan evakuasi

Ø Latihan evakuasi: untuk mengevaluasi apakah masyarakat mempraktikkan rencana evakuasi mereka

· Tempat dan rute yang aman

· Waktu evakuasi

· Tas/alat-alat yang digunakan untuk survival/bertahan

· Tempat berkumpul

· Peran pertanggungjawaban (SOP) termasuk agen <The role of responsibility/SOP including the agencies>

Ø Golden time untuk evakuasi adalah 20 menit pascagempa.

Ø Di Jepang, simulasi tsunami nasional dilakukan setiap tanggal 1 September sejak tahun 1961

Ø Proses simulasi bencana tersingkat memakan waktu setidaknya 3 bulan. Masyarakat harus melakukan simulasi dari tempat tinggal mereka masing-masing, bukan dari suatu tempat yang telah ditentukan.

Ø KOGAMI juga melakukan publikasi di media (Rubrik SIGAB di koran Haluan dan TVRI, juga Classy FM)

Ø Tanggal 13 Oktober adalah Hari Pengurangan Risiko Bencana Sedunia.

Ø Jurnalis juga diberi pelatihan tentang kesiapsiagaanmenghadapi bencana gempa dan tsunami. Mereka tergabung dalam JJSB (Jaringan Jurnalis Siap Bencana)

Ø Keuntungan jadi relawan:

· Menambah ilmu

· Menambah teman

· Menambah jaringan

· Menambah amal

· Kalau terlatih, bisa menjadi profesi yang cukup diperhitungkan

· Kepuasan batin karena bisa berbagi dengan sesama

Advertisements

2 thoughts on “Materi Sesi I: Gempa – Tsunami Indonesia dan KOGAMI

  1. Wah kereeeen laporannya
    hebat! langsung jadi begini tulisannya. Salut! dan lengkap pula
    Sedikit ngasih masukan boleh ya..
    Memang betul, kota Padang kota yang pertama kali dipercaya melaksanakan simulasi evakuasi I di tingkat nasional
    Proses perencanaan simulasi yang makan waktu minimal 3 bulan agar masyarakat paham
    di media : di rubrik SIGAB Haluan dan TVRI – juga dengan media lainnya .. waktu itu ga lihat teman-teman dari Classy FM juga hadir 🙂
    Bravo!
    Main2 ke KOGAMI ya….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s