Originality

Originality? Eh, maksudnya apa? Apa si amitokugawa ini mau menyoroti budaya pembajakan? Atau operasi plastik yang biasa dilakukan oleh artis-artis di luar sana?

Tet tot. Hazure desu… (you’re failed).

Saya menulis artikel ini karena teringat ucapan seorang junior kepada saya saat berkenalan dan meminta tanda tangan berinteraksi.

Ok, J adalah junior, S adalah saya, dan TJ adalah teman junior.

 

J : Kak, boleh kenalan kak?

S: Boleh

J : Perkenalkan, nama saya….

S : Bukunya?

J : Ini kak (sambil menyerahkan buku)

S : (menulis biodata sambil mendengarkan cerita si J dan sesekali bertanya)

J : Kakak orang mana?

S : (dengan percaya diri) Orang Minang

J : Kok kayak orang Jawa?

S : Hah? Ga kok.

J : Iya Kak. Mungkin kakak ada keturunan Jawa kali

S : (bingung bercampur heran)

Selanjutnya giliran TJ yang ujung-ujungnya juga menanyakan hal yang sama dan menyatakan bahwa wajah saya mirip wajah orang Jawa.

Padahal setahu saya, orang tua saya, kakek nenek saya adalah orang Minang asli, ga ada campurannya sedikitpun. Lah, ini kenapa wajah saya dibilang mirip orang Jawa? Apakah saya benar-benar memiliki sekian persen darah Jawa?

Pendapat kedua junior saya ini membuat saya bertanya-tanya juga. Soalnya, beberapa tahun lalu, teman seangkatan saya juga berpendapat serupa.

Saya bukan tipe orang yang selalu mampu menilai suku seseorang dari wajah (kadang-kadang sih bisa), tetapi saya tahu ada beberapa ciri khusus pada wajah penduduk suku tertentu.

Well, saya ogah memajang foto saya di sini, tetapi saya ingin komentar dari orang yang sudah pernah melihat saya atau sudah mengenal saya. Apakah wajah saya memang terlihat seperti orang Jawa?

Maaf, postingan kali ini bukan bermaksud menyinggung SARA kok.

Oya satu lagi. Entah kenapa saya merasa bosan dengan username amitokugawa, jadi saya ingin mengganti dengan aminocte  atau lailaturrahmi. Kira-kira mana yang lebih bagus ya? Mohon pendapatnya bagi yang sudi.

Advertisements

6 thoughts on “Originality

  1. Saya termasuk yang setuju bahwa suku bangsa tertentu memiliki ciri khusus di wajah,rasanya ini juga dibuktikan oleh genetika deh. Kalau orang Indonesia, rata-rata udah campuran, tapi kalau yang masih asli, wajahnya masih distinctive IMO AFAIK.

    So, kalau benar asli turunan minang dari generasi ke-3, harusnya wajahnya cukup representatif minang…. Tapi coba tanya lagi deh ke Ortu, apa jangan-jangan generasi diatas kakek nenek, ada yang campuran. Setidaknya, jika masih dalam satu wilayah. Orang Pariaman campur Bukittinggi, wajah anaknya bisa ndak pure lagi lho…. IMO CMIIW.

    Selamat mencari jati diri. :mrgreen:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s