Masih Mau Marah?

Marah yang berlarut-larut, bahkan berlanjut menjadi dendam, telah diketahui dapat menyebabkan berbagai penyakit kepada manusia.

Penelitian membuktikan bahwa ada suatu bagian otak yang bila terganggu, akan menyebabkan seseorang memiliki perubahan perilaku. Penyebabnya hanya dua, benturan  dan marah.

Penelitian selanjutnya membuktikan bahwa otak manusia hanya memiliki daya tahan terhadap marah selama 3×24 jam. Setelah itu, saraf-saraf di otak akan terganggu fungsinya dan dapat menimbulkan gangguan perilaku dan kesehatan pada manusia.

Karena itulah kita umat Islam tidak dibolehkan untuk marah kepada saudara kita selama lebih dari tiga hari.

Ada seorang dokter kejiwaan yang beragama Islam yang didatangi oleh pasiennya yang beragama Kristen. Si pasien mengaku jantungnya selalu berdebar dan ia tidak bisa tidur. Sudah lama ia meminum obat-obatan untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi tidak kunjung sembuh. Dokter itu menanyakan agama pasien. Pasien menjawab bahwa ia beragama Kristen. Lalu dokter tersebut berkata bahwa agamanya adalah Islam dan ia hanya bisa melakukan pengobatan berdasarkan ajaran agama Islam. Pasien tidak keberatan dan ia bersedia menerima pengobatan dari agama apapun asalkan ia sembuh.

Dokter tersebut menyarankan pasiennya untuk memaafkan seluruh kesalahan orang lain.

Bangunlah di sepertiga malam, lalu duduklah, dan ucapkan “Saya telah memaafkan kesalahannya, saya telah ridha dengannya” berulang-ulang, sampai Anda mendengarkan adzan Subuh dari masjid.

Dua bulan kemudian, pasien itu datang kembali kepada dokter. Ia mengaku bahwa keadaannya sudah jauh lebih baik. Jantungnya tidak lagi berdebar-debar, ia sudah bisa tidur nyenyak, dan tubuhnya terasa sehat.

Bayangkan, dengan hanya menjalankan sebagian kecil dari ajaran agama Islam, pasien itu merasakan ketenangan dalam hidupnya. Kenapa kita yang telah shalat selama bertahun-tahun masih menyimpan rasa dendam dan sifat pemarah?

Jadi, masih mau marah?

Materi di atas saya dapatkan (masih) dari khotbah ‘Idul Adha tadi pagi. Subhanallah. Materi khotbah ini mampu menyadarkan saya tentang betapa indahnya ajaran agama Islam. Islam telah mengatur kehidupan kita di segala aspek, lalu kenapa kita masih mengabaikannya?

We have a complete guidebook named Islam. Why we ignore it? Why we still go away to search and follow another guidebook? Don’t we feel ashamed as muslimin?

Advertisements

4 thoughts on “Masih Mau Marah?

  1. sepertinya untuk marah pun perlu energi, tidak semudah itu manusia bisa mempertahankan marahnya, lama2 juga lupa.
    seperti saat saya ingin marah dan sekuat tenaga memperpanjang durasi marah saya, lama2 malah capek sendiri dan lupa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s