Sesuatu yang perlu kita renungkan

Tantangan dan cobaan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini tidak lebih berat dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi oleh para Nabi dan pengikutnya zaman dahulu. Mereka harus tetap berdakwah dan beribadah walaupun nyawa adalah taruhannya, sementara kita dapat beribadah dengan aman.

Lalu apa tantangan kita sebagai kaum muslimin? Tantangan kita adalah ego dan godaan duniawi, yang kenyataannya mampu melenakan sebagian besar dari kita.

Dan di dunia ini, senjata yang perlu kita miliki adalah kalimat tauhid, “Laa ilaaha illallah”, yang telah tertanam dalam hati kita, tidak sekedar menghiasi lidah kita.

Dengan menanamkan kalimat tauhid dalam hati kita, kita mampu bersifat ikhlas, menerima apa yang telah diberikan oleh Allah dan mematuhi kewajiban yang harus kita lakukan dengan hanya mengharap ridha Allah. Dengan memiliki sifat ikhlas, kita akan mampu untuk sabar dalam menghadapi setiap cobaan. Dan bila kita telah memiliki sifat sabar, kita akan mampu memiliki sifat pemaaf. Dengan sifat ini, kita akan mampu memafkan kesalahan orang lain, meskipun kesalahan orang itu besar dan memberikan dampak buruk terhadap diri kita.

Lihatlah Nabi Ibrahim a.s yang terkenal dengan sifat hanifnya. Beliau tetap mampu berdakwah meskipun menghadapi cobaan yang berat, yaitu dibakar oleh Raja Namrud. Beliau mampu menunaikan kewajibannya sebagai anak dan tetap menyayangi bahkan memohonkan ampun untuk ayahnya, meskipun ayahnya tidak menyukai ajaran baru yang dibawanya. Itu semua karena beliau telah menanamkan kalimat tauhid di dalam hatinya, sehingga beliau mampu memiliki ketiga sifat tersebut.

Lalu apa yang akan terjadi pada manusia jika ia tidak menanamkan kalimat tauhid di dalam hatinya? Pertama, ia akan memiliki sifat ‘ujub (bangga terhadap diri sendiri). Kemudian diikuti oleh sifat riya’ (berbuat kebaikan dengan mengharap pujian atau balasan dari orang lain). Seterusnya, ia akan memiliki sifat takabur (menganggap diri sendiri lebih baik daripada orang lain lalu menganggap rendah orang lain). Orang seperti ini tentu tidak akan memiliki sifat pemaaf. Dan yang terakhir adalah sifat hasad (dengki terhadap kelebihan yang didapatkan oleh orang lain, bahkan bisa diikuti oleh upaya untuk menjatuhkan orang itu). Sifat-sifat ini mampu menghancurkan aqidah manusia dan berikutnya dapat mendatangkan kerugian baginya sendiri.

Materi di atas merupakan intisari khotbah Idul Adha yang saya ikuti hari ini. Semoga kita mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisements

2 thoughts on “Sesuatu yang perlu kita renungkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s