Don’t be dissappointed

Ada yang bilang bahwa teman yang baik tidak akan meninggalkanmu sendirian.

Lalu, bagaimana reaksimu saat mereka – teman-teman yang kaukenal dekat dan kauanggap baik- meninggalkanmu di saat mereka sedang bersenang-senang? Oh, well, mereka meninggalkanmu tanpa sengaja. Kau tahulah, sifat manusia, mudah lupa.

Mungkin kau akan marah dan kecewa pada mereka.

Namun, aku tidak karena aku telah terbiasa sendiri meski tak sepenuhnya sepi. Terbiasa seorang diri meski masih membutuhkan orang-orang terdekat pengisi hari. Anggap saja mereka benar-benar lupa, bukan bermaksud melupakan. Lagipula, aku bukanlah tipe orang yang (selalu) senang berkumpul dalam keramaian. Aku memiliki waktu untuk berehat dengan diriku sendiri. Setidaknya, hanya dengan ditinggalkan seperti itu, rasanya tidak akan membuatku terluka.

Setidaknya, kau hanya ditinggalkan secara fisik ‘kan? Ayolah, kau kan sudah dewasa, bukan anak-anak lagi.

Lagipula, meskipun kau ditinggalkan – lebih parahnya, dilupakan sekalipun – bukankah masih ada Allah yang ada di sisimu?

So, don’t be disappointed, OK?

Advertisements

3 thoughts on “Don’t be dissappointed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s