Tour de Parahyangan (Day 1)

Ohisashiburi, minna-san!

Maaf karena saya sudah meninggalkan blog ini dalam waktu yang cukup lama (banget), karena mandeg ide dan lain sebagainya. Tapi.. tapi..saya ada kabar bagus lho, kali ini, saya akan bercerita tentang pengalaman saya selama di Bandung dari tanggal 2 – 7 November 2012. Dalam rangka apa? Hehe, ini karena saya menjadi salah seorang anggota delegasi UNAND untuk mengikuti Pharmacy Counselling Event di ITB tanggal 3 – 4 November lalu. Ada 8 orang delegasi UNAND yang mengikuti acara tersebut, 5 orang mahasiswa S1 dan 3 orang mahasiswa program profesi apoteker.

Pukul 10 pagi, kami sepakat untuk berkumpul di Pasar Baru, sementara yang tinggal di kota pergi lebih dahulu. Setelah semuanya berkumpul, kami naik angkot hijau menuju Simpang Haru, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Bandara Internasional Minangkabau. Sesampainya di bandara, kami check-in dan terperangah karena pesawat di-delay hingga pukul 2 siang. Untuk memanfaatkan waktu kosong tersebut, kami menunggu di lantai 2 bandara, shalat bergantian, lalu makan di CFC.

IMG_2244 antri untuk check-in di Bandara Internasional Minangkabau

Pukul 2 siang lewat beberapa menit, kami menaiki pesawat Airbus milik Batavia Air. Pesawatnya agak sempit dan hawa di dalamnya agak pengap, tidak tahu kenapa. Saya dan dua orang teman saya duduk di kursi bagian belakang sisi kanan. Bagi saya yang sudah lama tidak naik pesawat, tentu saja pengalaman kali ini agak menegangkan, terutama saat pesawat lepas landas dan beberapa kali bergoyang karena cuaca buruk. Oya, snack yang diberikan adalah air mineral dalam kemasan gelas serta roti manis tanpa isi dan tampilannya mirip rotiboy. Agak tidak nyaman juga harus berbagi space untuk kaki dengan tas punggung saya yang terisi penuh karena sebagian ruangan penyimpanan barang dalam kabin tidak bisa digunakan.

IMG_2250 pemandangan dari balik jendela pesawat

Kami sampai di Bandara Soekarno-Hatta kira-kira pukul 16.30. Rasanya agak mendebarkan karena saya berhasil menginjak tanah Jawa setelah sekian lama tidak merasakannya. Secara, bandara Soekarno – Hatta, begitu… Kami langsung memburu toilet, kemudian selanjutnya mengambil koper di bagian pengambilan bagasi.

IMG_2281 akhirnya, bandara Soekarno-Hatta!

Kira-kira pukul 17.14, kami berangkat ke Bandung menggunakan travel. Melalui jalan-jalan yang lebar, mulus, dan saling tumpang tindih, melewati flyover, merasakan kemacetan sore khas Jakarta, menikmati pemandangan kota yang penuh dengan mal dan bangunan tinggi, gemerlap oleh lampu jalan, lampu kendaraan, dan reklame bergerak yang menggunakan LED. Ah, sungguh menyenangkan, apalagi karena kami menjalaninya dengan ceria dan penuh tawa.

IMG_2340 Suasana jalan malam hari. Macet? Yes!

Perjalanan yang ditempuh cukup panjang dan melelahkan, sesekali ribut, tetapi tak jarang kami juga tertidur. Setelah itu, kami memutuskan untuk beristirahat shalat dan makan di salah satu spot jalan tol Cikampek. Toilet dan mushalla-nya cukup nyaman, dan kami merasa tenang karena makan malam di restoran Sederhana yang menyediakan makanan khas minang. Namun, kami terpaksa harus kecewa karena nasi yang disediakan adalah nasi pulen, berbeda dengan nasi pera yang biasa kami makan.

Setelah menghabiskan waktu kira-kira 30 menit, kami melanjutkan perjalanan. Hampir saja kami semua menghabiskan perjalanan itu dengan tidur, tetapi para pria di barisan bangku belakang kembali beraksi dengan bernyanyi secara random, lumayanlah untuk menghilangkan rasa suntuk. Kira-kira satu jam kemudian, kami memasuki kota Bandung, yang memang tidak semewah Jakarta, tetapi tetap saja lebih ramai dan gemerlap dibandingkan Padang :D. Walaupun malam sudah beranjak larut, jalanan masih ramai, mal dan beberapa tempat makan masih buka.

Nah, ternyata perjalanan kami tidak berakhir mulus. Masalah timbul, kami kebingungan mencari alamat penginapan yang dimaksud. Letaknya sih di belakang RS Hasan Sadikin, Jl. Sederhana No. 1, dengan plang nama Mess Labkes. Akan tetapi nama yang dimaksud tidak sesuai dengan alamatnya. Mess yang terletak di Jl. Sederhana No. 1 adalah Mess BKKBN, dan pengurusnya berkata bahwa tidak ada reservasi dari Padang. Meskipun kami hampir putus asa, ternyata supir kami yang sangat pendiam tadilah yang dengan sabar mencoba mencari alamat yang benar dan bertanya kepada petugas satpam yang ada. Dan hasilnya, tempat penginapan yang kami tuju adalah Mess BKKBN, hanya saja ada salah paham, reservasi tempat untuk kami dilakukan atas nama Kimia Farma. Legaa….

Mahasiswi dipersilakan menginap di Kamar 1 yang terletak di lantai 1, sementara mahasiswa menginap di lantai 2, sesuai dengan kapasitas kamar dan tempat tidur yang tersedia. Kamarnya nyaman (saya membayangkan kami harus bersempit-sempit dan berbagi kasur, ternyata tidak). Tempat tidur spring bed, bantal yang nyaman, dan selimut yang hangat untuk masing-masing kami, serta space kamar yang cukup luas walaupun sudah ditempati meja, kursi, dan lemari. Oya, kamar yang kami tempati juga dilengkapi dengan 2 kamar mandi, serta ada shower-nya juga!

Kelelahan karena perjalanan jauh tadi terbayar sudah dengan beristirahat di atas ranjang yang nyaman. Kira-kira apa ya yang akan terjadi keesokan harinya?

Bersambung pada episode berikutnya 😀

Advertisements

3 thoughts on “Tour de Parahyangan (Day 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s