Sebuah Catatan dari PKPA Apotek

Sabtu lalu, tanggal 9 Februari, masa Praktek Kerja Profesi Apoteker siklus 1 resmi berakhir. Tidak terasa, sudah sebulan lebih saya menjalani rutinitas sebagai ‘anak magang’ di sebuah apotek di Kota Padang.

Awalnya saya sempat merasa takut dan gamang, takut salah, takut dimarahi. Dan benar saja, selama beberapa hari pertama saya banyak melakukan kesalahan karena memang belum terbiasa. Apa-apa tanya dulu ke asisten, tulisan dokterlah, cara buat etiket, cara membungkus pulveres yang cepat, cara memotong kartu stok, harga obat luar, semua ditanya. Namun, semangat saya waktu itu membara, seperti anak-anak yang baru menemukan wahana permainan baru.

Mulai memasuki minggu ketiga dan keempat, semangat itu berganti menjadi rasa bosan. Entah karena saya bukan tipe orang yang senang menjalani rutinitas yang itu-itu saja atau apa, yang jelas teman saya juga merasakan hal yang sama. Mulailah saya datang agak terlambat, bekerja juga tidak semangat, rasanya ingin cepat-cepat pulang.

Minggu terakhir, saya berusaha meluruskan niat kembali karena saya menyadari waktu yang tersisa sangat sedikit, sementara masih banyak yang belum saya pelajari. Keahlian kami memang meningkat secara signifikan, tetapi kesempatan untuk belajar dan merenungkan kesenjangan antara teori dan praktik di sini sangatlah sedikit. Belum lagi waktu praktik yang terganggu oleh jadwal kuliah, sehingga kami tidak bisa benar-benar fokus pada PKP.

Akhir kata, saya ingin berterima kasih kepada Ibu Mei selaku apoteker pengelola apotek, terima kasih atas kesempatan belajar yang diberikan kepada kami. Kemudian, terima kasih juga kepada semua asisten apoteker, Kak Ida, Onang, Bang Yoel, Kak Ayu, Bang Chandra, juga Kak Eva, Mama Yo, Itok, atas pelajaran yang berharga, bukan hanya tentang pekerjaan dan pelayanan kefarmasian, tetapi juga pelajaran tentang kehidupan. Kemudian untuk Bapak Gunawan dan Bu Syien  yang sudah menyediakan sarana (makasih juga untuk angpao, jeruk mandarin, dan kemplangnya 🙂 ). Last but not least, untuk Yorie, Aan, dan Bang Rahmat, terima kasih karena sudah menjadi partner yang baik, juga atas ilmu-ilmu baru yang belum saya ketahui.

Semangat untuk siklus berikutnya: Pemerintahan.

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah Catatan dari PKPA Apotek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s