Seminggu PKP di Rumah Sakit

Minggu pertama PKP di RS Stroke Nasional telah saya jalani, alhamdulillah, dapat bagian di bangsal Anak. Rasanya gimana, ya? Campur aduk, kayak gado-gado. Ada senangnya, karena bisa ketemu pasien anak yang lucu-lucu, iba karena mereka harus dirawat padahal usianya masih sangat belia, kadang kasihan juga melihat orang tua pasien yang kurang tidur karena semalaman menjaga anaknya. Ada juga horornya, kalau dokter spesialis yang jadi perseptor (semacam pembimbing) datang pagi-pagi untuk visite dan menanyai kami satu-satu.

Namanya di lingkungan baru, wajarlah kalau masih melakukan banyak kesalahan dan canggung. Namun, sejauh ini, cukup menyenangkan, apalagi perawat dan mahasiswa Akbid yang praktek di sana sangat welcome.

Hmm, menurut saya, sih, kewajiban dan tugas kami selama PKP masih belum begitu jelas dan rasanya kurang mewakili peranan apoteker sebagai farmasis klinis. Hal ini mungkin karena minimnya apoteker (belum ada apoteker khusus per bangsal). Da sangat disayangkan juga, di antara seluruh mahasiswa kesehatan yang melakukan kepaniteraan klinik di bangsal, mahasiswa program profesi apoteker yang tidak dibimbing langsung oleh apoteker rumah sakit. Kan rasanya kurang pas bila mahasiswa apoteker dibimbing oleh dokter, bebannya besar, tetapi tidak ada pembimbing yang membantu mengarahkan.

Next, minggu kedua. Kira-kira hal apa lagi yang akan menunggu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s