Review PKP Bangsal Neuro + Instalasi Farmasi RS

Bangsal Neuro

Kalau boleh jujur,pengalaman PKP di bangsal ini tidak jauh berbeda dengan Bangsal Interne, dimana perseptor I-nya tidak terlalu memperhatikan kami, para mahasiswa, lantaran kesibukan beliau yang luar biasa. Bedanya, di Bangsal Neuro, kami dibagi menjadi 4 tim, sesuai dengan pembagian perawat yang bertugas.

Boleh dikatakan, Bangsal Neuro ini adalah signature PKP kami, mengingat RS tempat kami berada adalah RS Stroke Nasional. Jadi, rugi rasanya bila kami tidak menimba ilmu dari siklus ini. Yang paling berkesan bagi saya adalah memperhatikan bagaimana keluarga pasien stroke menemani, melayani kebutuhan, bahkan harus berjaga semalaman untuk orang yang mereka cintai. Pasien stroke memang kehilangan beberapa fungsi anggota geraknya, mulai dari yang terasa berat, kebas, hingga tidak bisa digerakkan sama sekali. Ada juga yang tidak bisa berbicara dengan jelas. Nah, yang mengharukannya adalah ketika melihat perkembangan para pasien yang memiliki motivasi untuk sembuh. Dari yang tidak bisa berbicara sama sekali, mulai bisa menjawab dengan kalimat sederhana, dari yang tidak bisa berjalan, mulai bisa menggunakan kedua kakinya, meskipun masih harus dibantu.

Namun, yang saya sayangkan adalah pasien yang terlambat dibawa ke rumah sakit karena ketidaktahuan keluarga dengan gejala stroke. Mungkin inilah tugas kita sebagai tenaga kesehatan untuk menyebarkan informasi kepada seluruh masyarakat.

*****

Instalasi Farmasi RS

Bila sebelumnya kami mempelajari fungsi klinis dari apoteker, di instalasi farmasi, kami belajar tentang fungsi manajemen RS. Mulai dari produksi, sterilisasi, penyimpanan, hingga distribusi dan pelaporan.

Kegiatan kami tidak terlalu istimewa, sih, kebanyakan hanya mengamati, diskusi, dan membantu pekerjaan pegawai. Namun, yang sangat berkesan di akhir masa PKP adalah melakukan stock opname. Secara ringkas, stock opname merupakan suatu kegiatan untuk mencocokkan stok yang tertulis dengan stok riil. Kegiatan ini sudah pernah saya lakukan saat PKP di Gudang Farmasi Kota Pariaman dulu, dan tentunya saya sudah tidak asing lagi dengan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian ini. Nah, bonusnya adalah lontong dan nasi bungkus untuk kami, para mahasiswa PKP. Lumayanlah untuk mengobati penat setelah menghitung stok.

*****

Sekian cerita PKP dari saya, maaf kalau semakin lama semakin singkat, maklum, dua minggu lagi, Insya Allah, kami akan ujian negara apoteker.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s