Homemade Projects (2)

4. Pangsit goreng

DSCF0030

Nah, hidangan ini terinspirasi dari mi ayam pangsit goreng yang saya santap sehari sebelumnya. Karena belum pernah membuatnya, saya browsing resep pangsit goreng dan memilih resep yang paling mudah dan tidak menggunakan telur. Untuk isiannya, saya menggunakan daging ayam cincang yang dicampur dengan sedikit bawang putih, garam, merica, dan kecap asin. Karena saya sedang puasa saat membuatnya, saya tidak menyadari bahwa garam yang saya tambahkan terlalu sedikit. Alhasil, rasanya jadi agak hambar. Namun, akhirnya terselamatkan dengan mencocolkannya pada campuran saus sambal dan saus tomat.

5. Pempek dos

DSCF0058

Pempek pertama saya! Dan tanpa menggunakan ikan sama sekali (nggak mau rugi karena tidak ada stok ikan tenggiri atau gabus). Membuatnya cukup mudah, saya berpedoman pada resep ini. Di resep tersebut, pempek ini diisi kocokan telur, tapi saya tidak melakukannya karena takut gagal repot. Pempek ini disantap bersama cuko yang terbuat dari gula merah, bawang putih dan cabe rawit hijau halus, air asam jawa, dan garam. Seharusnya saya tidak menambahkan air agar hasilnya kental seperti cuko pempek Candy yang asli Palembang itu, tapi dasar pemula, ya sudahlah. Warnanya jadi coklat terang dan agak encer, seperti kuah pempek yang umum ditemui di sini. Pempeknya sendiri kurang asin, lagi-lagi saya tidak bisa mencicipinya karena sedang berpuasa, tetapi lagi-lagi terselamatkan karena disantap bersama cuko. Well, rasa bawang putih dalam cukonya kurang nendang, sih.

6. Roti cane

DSCF0056

Proyek teranyar yang baru saya buat kemarin. Sebenarnya, membuat roti cane ini bukan kali pertama buat saya, tetapi roti cane yang sebelumnya selalu ada kekurangan, terlalu keras lah, adonannya pecah dan berasa tepung, dan sebagainya. Kali ini, saya mengikuti resep yang ada di sini (sebenarnya takaran tepung, minyak, dan airnya tidak benar-benar terukur, sih). Dari beberapa blog yang saya temukan, sepertinya salah satu faktor penting dalam pembuatan roti cane adalah mendiamkannya selama minimal satu jam, bahkan bisa semalaman. Silakan lihat tutorial ini untuk mengikuti cara pembuatan roti cane yang benar-benar sesuai dengan aslinya. Awalnya, saya ingin mendiamkan adonannya selama satu jam saja, tetapi saya tertidur setelah Ashar dan baru bangun pukul 6 sore. Adonannya menjadi elastis, tetapi mudah robek karena tidak menggunakan telur. Namun, tidak masalah karena adonannya dibentuk terlebih dahulu sebelum dipanaskan di atas pan datar. Rasanya enak (menurut orangtua dan adik saya), tetapi menurut saya sedikit asin karena saya memberikan margarin pada adonannya dua kali, saat dibentuk dan sebelum digoreng. Akan tetapi, saya puas karena rotinya empuk dan rasanya mendekati roti cane yang dijual orang. Supaya lebih enak, roti ini disantap dengan gula pasir atau susu kental manis. Bisa juga menggunakan acar seperti yang dijual oleh pedagang roti cane dan martabak mesir, atau kuah kari. Saya sendiri tidak membuatnya karena repot :).

DSCF0067

Sekian rangkuman homemade projects saya, semoga bermanfaat. Bagi yang belum menemukan semangat untuk memasak, ayo coba! Cooking is fun!

Advertisements

2 thoughts on “Homemade Projects (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s