Kebebasan Berpendapat

Saya penasaran dengan apa yang dimaksud dengan kebebasan berpendapat itu sesungguhnya.

Hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini memaksa saya untuk keluar dari sarang, bergerak dengan sedikit lebih berani. Mebuat saya terkadang bertanya-tanya,”Apakah hal yang saya lakukan ini sudah benar?”. Saya merasa seperti menjadi sosok lain, sosok yang jauh dari diri saya yang saya kenali.

Saat saya tenggelam dalam euforia kebebasan berpendapat, seseorang mengingatkan saya untuk bersikap lebih tenang dan lebih lunak. Kemarin, seorang teman berkomentar tentang suasana linimasa yang heboh oleh postingan berbau profesi.

Saya merasa tersentil.

Apa yang saya lakukan ini salah? Meskipun banyak yang sependapat dengan saya, tetap saja saya ragu.

Apakah saya terlalu terbawa suasana?

Namun, tangan saya gatal hendak melawan kesalahpahaman. Mungkin kalimat pembuka saya terlalu frontal. Jika ya, saya sudah berusaha memperhalusnya. Semoga lebih enak untuk dibaca.

Sampai di mana batasan kebebasan berpendapat itu? Karena mustahil untuk menyenangkan semua pihak.

Should I stop?

Should I keep my mouth shut?

Bukankah hal yang lebih berbahaya itu adalah diamnya orang yang tahu?

Astaghfirullahal’azhiim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s