[Novel] Saga no Gabai Baachan

10908459

Judul                    : Saga no Gabai Baachan (Nenek Hebat dari Saga)

Pengarang            : Yoshichi Shimada

Penerjemah         : Indah S. Pratidina

Penerbit               : Kansha Books

Cetakan                : Ketiga, Januari 2012

Jumlah halaman    : 264 halaman

Sinopsis:

 

Ada dua jalan buat orang miskin.

Miskin muram dan miskin ceria.

Kita ini miskin yang ceria.

(Nenek Osano)

Akihiro Tokunaga, seorang anak laki-laki yang kehilangan ayahnya dan tinggal bersama ibunya di Hiroshima, tahu-tahu harus pindah ke Saga untuk tinggal bersama sang nenek. Nenek Osano, demikianlah namanya, bukanlah nenek yang akan memasakkan makanan enak untuknya setiap hari, bukan pula yang akan menyanyikan lagu pengiring tidur. Saga, bagi Akihiro kecil waktu itu hanyalah daerah yang terpencil, yang tidak akan bisa menggantikan Hiroshima. Pun keberadaan neneknya, sampai kapan pun tidak akan bisa menggantikan sosok ibunya.

Hari demi hari berlalu, berganti bulan dan tahun. Delapan tahun terlewati, Akihiro akhirnya menyadari bahwa neneknya adalah sosok wanita tua yang hebat dengan caranya sendiri.

*****

Ceritanya dituturkan dengan bahasa yang ringan, seperti mendengar Akihiro bercerita langsung. Mungkin bagi sebagian orang, kisah hidup mereka tidak jauh berbeda dengan kisah Akihiro dan neneknya ini, tetapi bagi saya yang Alhamdulillah masih hidup dengan nyaman dan berkecukupan, novel ini sungguh terasa hangat. Di masa sekarang, orang-orang begitu terobsesi dengan kekayaan, tahta, dan popularitas, hingga lupa dengan esensi kebahagiaan yang sebenarnya. Jangan-jangan selama ini kita beranggapan bahwa ‘tidak ada uang, tidak akan bahagia?’

Sesekali saya tersenyum, sesekali mengerutkan dahi karena keunikan sang nenek. Lalu, pada bab 9 yang bertajuk Nenek dan Ibu, saya merasakan mata ini panas. Lalu tertawa lagi, dan berkerut dahi lagi, kemudian manggut-manggut. Hingga saya tiba pada dua bab terakhir yang begitu mengharukan. Bab 16 yang mengisahkan kekuatan persahabatan dan kebaikan tulus dalam arti yang sebenarnya serta bab 17, perpisahan Akihiro dengan Kota Saga. Ketiga bab tersebut menjadi favorit saya dalam novel ini.

Bagi pembaca yang ingin rehat dari kisah penuh intrik dan konspirasi, atau konflik romansa, atau detil-detil fiksi ilmiah yang membuat pusing, buku ini sangat layak untuk dibaca dan diresapi maknanya. Mungkin ada nilai-nilai moral yang telah ditanamkan oleh orang tua kita, maupun generasi pendahulu kita, dan kini terlupa, tergerus waktu. Sosok nenek Osano dari Saga ini dapat mengingatkan kita kembali dengan nilai-nilai seperti itu.

 

Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang.

Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.

(Yoshichi Shimada)

Advertisements

2 thoughts on “[Novel] Saga no Gabai Baachan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s