[Dorama] Piece

418px-Piece

 

(taken from http://wiki.d-addicts.com/Piece, with some modification)

Sinopsis

Mizuho, siswi kelas 2 SMA yang dingin dan Hikaru, teman sekelasnya yang playboy dan seenaknya, menjalin hubungan rahasia yang berawal dari pertemuan mereka pada musim panas. Mereka tidak lagi berhubungan karena suatu hal, tetapi, meninggalnya Origuchi Haruka, siswi di kelas yang sama, tiga tahun kemudian, mempertemukan mereka kembali.

Seharusnya, Mizuho tidak perlu ambil pusing, toh, ia tidak dekat dengan Haruka. Namun, tiba-tiba saja Ibu Haruka meminta Mizuho untuk mencari tahu tentang pacar anaknya. Rasa penasaran membawa Mizuho pada kepingan-kepingan puzzle yang tersembunyi dari orang-orang yang selama ini dikenalnya, termasuk Hikaru.

*****

Kau mau pergi? Atau tidak pergi? Yang mana yang kau pilih?

(Narumi Hikaru)

Saya suka dorama ini, meskipun tertunda hingga satu tahun karena terkendala mendapatkannya. Monolog-monolog yang menggugah, plot yang pas, serta sinematografi yang indah, juga akting para pemainnya menjadi komponen-komponen yang menarik bagi saya. Tidak ada bagian yang harus saya skip karena bertele-tele dan membosankan. Setiap episode diakhiri dengan suatu pertanyaan baru mengenai kepingan puzzle berikutnya yang harus ditemukan.

Terungkapnya misteri di bagian akhir yang mungkin tidak akan pernah disangka-sangka. Tentang kebenaran di balik berita kehamilan Origuchi Haruka, tentang siapa yang pernah menjalin hubungan dengan gadis itu, semuanya tidak akan terungkap tiba-tiba, tetapi secara perlahan.

Tokoh utamanya, Mizuho, adalah seseorang yang memiliki pemikiran yang dalam, mungkin hal itu pula yang membuatnya sulit untuk dekat dengan orang lain. Jarang saya temui dorama yang mengajak penontonnya untuk menyelami pemikiran sang tokoh utama, biasanya hanya berupa pikiran sesaat yang timbul spontan. Narumi Hikaru, bagi saya, sedikit menyebalkan, tetapi menarik dalam waktu bersamaan. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya dengan wajah serius, tapi di sisi lain bisa bernada menggoda kepada Mizuho, rasanya tidak pernah saya lupakan.

Pada akhirnya, kisah ini menjadi semacam pembelajaran bagi Mizuho (dan saya sendiri) tentang bagaimana caranya memahami orang lain dan berempati. Dengan membuka mata hati, kita dapat melihat sisi lain dari orang-orang yang selama ini berada di sekitar kita. Mereka yang diam saja, mungkin sebenarnya sedang menangis pilu. Mereka yang cuek mungkin sebenarnya sedang menjerit frustasi. Mereka yang selalu tersenyum kepada kita mungkin sebenarnya menyimpan benci.

Yah, hanya saja ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keyakinan saya, seperti tentang batasan hubungan antara lelaki dan perempuan, juga masalah keperawanan (yang sepertinya, dalam dorama ini, dapat diserahkan dengan mudah). Let’s take the plus and throw away the minus, ne?

Meskipun ini hanyalah bagian dari perjalanan, tidak apa-apa.

Suatu hari, itu akan menjadi bagian yang menyinari masa depanmu.

(Suga Mizuho)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s