[Novel] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

daunyangjatuhtakpernahmembenciangin

Judul                    : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Pengarang            : Tere-Liye

Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan                : Ketujuh, September 2012

Jumlah halaman    : 264 halaman

Sinopsis:

Tania, gadis yang harus merasakan pahitnya kehidupan kumuh kota besar, bertemu dengan seseorang yang menjanjikan masa depan yang selama ini tak pernah ia bayangkan. Ia menghantarkan secercah cahaya ke dalam ruang sempit dalam rumah kardus yang ditinggali Tania bersama ibunya dan adik laki-lakinya. Bertahun-tahun berlalu, cerita sedih dan bahagia silih berganti menyinggahi perjalanan Tania. Seiring dengan itu, senyum dan kebaikan orang itu selalu menghantarnya hingga dewasa. Gadis itu akhirnya sadar bahwa perasaan lugu yang diam-diam tumbuh di hatinya sejak dulu bukanlah perasaan biasa selayaknya seorang adik kepada kakaknya. Salahkah perasaan ini? Tidak apakah bila Tania menyukai seseorang itu, seseorang yang menjadi malaikat bagi keluarganya?

*****

Novel ini indah. Setidaknya menurutku yang tidak begitu suka kisah romansa yang manis bertabur gula. Aku lebih suka kepingan cinta yang terselip melalui jalinan tutur tokoh utama mengenai perjalanan hidup yang dilaluinya. Tak masalah bila harus berakhir sepahit kinin sekalipun.

Karakter Tania yang kuat dan cerdas memenuhi syarat heroine yang kusukai dalam cerita manapun yang kubaca. Watak dia (aku tak mau menuliskan namanya, seperti Tania) yang baik hati, penyayang, dan tulus menurutku menjadi prerequisit untuk menjadi tokoh favorit yang disenangi semua orang, dari anak-anak hingga wanita yang membutuhkan pendamping hidup. Sang Ibu yang begitu tegar telah mengajarkan Tania tentang nilai-nilai kehidupan dan arti kesabaran dalam perjuangan melalui masa-masa berat. Serta Dede, sang adik kecil yang suka menceletuk seenaknya, di saat-saat tertentu bisa diandalkan dan mampu menjadi sosok yang pengertian.

Alur penceritaan yang maju-mundur, dari pemandangan kota Depok di masa kini, lalu mundur ke masa lalu, serta terbagi menjadi bab-bab yang diceritakan secara sistematis, runut sejak Tania kecil hingga dewasa. Sedikit mengingatkanku pada dorama Piece yang baru kuselesaikan kemarin, hanya saja Piece diceritakan secara sedikit lebih acak, bergantung pada sudut pandang si pemilik puzzle. Hampir serupa pula dengan dorama tersebut, novel ini juga menyimpan potongan teka-teki terakhir (bukan puzzle yang dijadikan sebagai analogi) yang akan menjawab pertanyaan yang menghantui Tania selama bertahun-tahun.

Seperti apa jawabannya? Silakan dibaca sendiri.

“…. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin…. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya….”

(dia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s