[Movie] Wreck It Ralph

wreckitralph

Agak susah untuk memulai menonton film yang sudah lama bermukim di dalam harddisk eksternal ini. Memang dasarnya sulit untuk tertarik dengan film Amerika, mungkin, ya?

Tapi, karena postingan ini, saya jadi penasaran. Se’hebat’ apa sih film ini sebenarnya?

Tema yang diusung cukup unik. Tentang dunia di dalam game. Saya yang tidak terlalu ketagihan game pun penasaran akan dibawa ke mana cerita ini.

Ralph adalah tokoh penghancur dalam game Fix-it Felix. Ia menghancurkan dinding penthouse yang dihuni oleh tokoh-tokoh figuran dalam game tersebut dan Felix Jr. sendiri, sang protagonis. Felix, dengan palu ajaibnya akan memperbaiki setiap kerusakan yang ditimbulkan oleh Ralph.

Masalahnya, setelah game arcade ditutup dan permainan selesai, serta para tokoh dalam game kembali ke tempat tinggal masing-masing, orang-orang masih menjauhi Ralph. Ralph diasingkan, dia tinggal di tumpukan puing-puing bangunan yang dihancurkannya. Saat peringatan hari jadi Fix-it Felix ke-30 pun, Ralph tidak diundang. Ia sedih, padahal bukan maunya juga untuk menjadi jahat seperti ini. Ia hanya ditakdirkan sebagai karakter dengan kekuatan penghancur.

Setelah kekacauan di pesta hari jadi yang ditimbulkannya, Ralph membuat semacam perjanjian dengan salah seorang penghuni penthouse itu (saya lupa namanya). Ia bisa tinggal di sana jika bisa memperoleh medali.

Nah, masalahnya, tidak pernah ada dalam sejarah bahwa penjahat bisa meraih medali. Hanya pahlawan yang bisa mendapatkannya. Ralph yang ingin membuktikan bahwa ia bisa memperoleh medali itu, akhirnya menyusup ke game lain. Bagaimana nasib Ralph selanjutnya? Bagaimana nasib Fix-it Felix setelah ditinggalkan Ralph? Silakan tonton sendiri, atau bagi yang suka spoiler, klik link di atas.

Dan karena tulisan itu pulalah pola pikir saya jadi berubah. Saya setuju dengan Bang Habib, penulis ulasan film yang saya cantumkan link-nya di atas. Film ini mengandung pesan-pesan berbahaya yang tersamar, yang mencampurbaurkan kebaikan dan kejahatan. Terlepas dari konsep cerita yang

Seakan-akan penonton dibius untuk mengucapkan ikrar kebebasan tanpa sadar. Menganggap bahwa peran jahat itu seharusnya tetap ada, karena kalau tidak ada, dunia akan kehilangan keseimbangan. Orang jahat tidak akan bisa menjadi baik karena itu sudah takdirnya. Dunia akan kacau bila ia mencoba untuk berbuat baik. Orang jahat sebenarnya ingin berbuat baik, tetapi karena lingkungannya tidak mendukung, maka ia memutuskan untuk tetap menjadi jahat.

Dan yang semacam itulah.

Padahal alasan seperti itu tidak tepat untuk diarahkan ke sana.

Lain halnya pada kasus seorang penyapu jalan yang dianggap remeh dan direndahkan, barulah dapat dikatakan bahwa meskipun orang meremehkan perannya, tugasnya sungguh penting. Ia memang tidak bisa memilih takdir, tetapi dengan menjalaninya dengan ikhlas, insya Allah akan bernilai ibadah. Bayangkan bila tidak ada seorang pun penyapu jalan di tempat tinggal kita. Jalanan akan menjadi kotor, bukan?

Silakan bayangkan sendiri bila anak-anak di bawah umur yang masih belum memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai kebaikan, menonton film ini dan menerapkan pesan yang disampaikannya.

Na’udzubillahimin dzalik. Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s