Titik Balik

image006

source: arumjeni.wordpress.com

Beberapa hari terakhir ini, sebagian besar jam online saya dihabiskan untuk membuka dua blog. Awalnya sederhana saja, gara-gara mencari tips-tips membuat presentasi yang baik, saya nyasar di tiga (?) blog.

Dan salah satunya adalah Habib Think.

Saya suka dengan artikel-artikel yang ditulisnya, cerdas dan greget, juga bahasa yang terkadang pedas, tetapi tidak menyebalkan. Bang Habib ini, dari tulisannya sih, mengaku cinta matematika. Jauh beda dengan saya yang mengaku tidak punya passion dalam matematika. Otak saya agak lamban dalam menganalisis masalah, mungkin itu sebabnya. Dari tes kecerdasan majemuk yang pernah saya ikuti di suatu situs, kecerdasan logis-matematis juga bukan bidang yang menonjol dari diri saya.

Jadi, ya, begitu deh. Saya menyukai matematika bila gurunya mampu membuat saya tertarik dengan mata pelajaran tersebut. Guru SD dan SMP saya mampu melakukannya. Saat SMA, entah mengapa saya tidak lagi menyukai matematika kecuali logika matematika, statistika, persamaan linear dan kuadrat (itu pun dengan jatuh bangun karena nilai pas-pasan), dan juga matriks. Matriks inilah yang mampu memberi saya secercah harapan bahwa Matematika itu bukan hal yang menakutkan. Meskipun akhirnya saya harus takluk dalam Ujian Nasional.

Tetapi saat mengerjakan soal-soal Matematika Dasar sewaktu SNMPTN, sepertinya jawaban saya banyak yang benar.

Ah, jadi ngelantur ke mana-mana.

Bang Habib ini tidak hanya menulis soal matematika saja, juga masalah pengembangan diri, psikologi, menulis, konspirasi Yahudi, dan lain-lain. Yang terpenting, acuan pendapat beliau didasarkan pada hukum Islam.

Setelah membaca beberapa postingan di blog beliau, saya menghapus folder musik dan lagu di laptop saya (kecuali nasyid). Rasanya jadi lebih lega.

Jadi lebih semangat lagi untuk menulis dan berbagi kebaikan. Tentu saja dengan niat yang lurus.

Dari blognya Bang Habib tersebut, saya mengklik blog lain. Blog milik Dani Siregar. Blog ini berfokus pada Islam dan bisnis, meskipun juga membahas teknologi, desain grafis, dan pengalaman pribadi. Saya sih belum berkenalan dengan penulisnya, tetapi sepertinya saya akan terus mengikuti tulisan-tulisannya. Dari blognya tersebut saya memberanikan diri untuk menghapus hampir semua film dan anime di harddisk saya. Sebelumnya saya sudah sempat gelisah, memang di usia yang hampir kepala dua ini, saya mau menikmati hiburan sampai kapan? Kapan belajarnya? Kapan ibadah? Kapan produktifnya?

Dan yang lebih kerennya, Dani ini sudah menulis beberapa e-book lho. Hampir semuanya sudah saya unduh dan baca. Lain waktu akan saya bagikan tautannya di blog ini.

Saya bertekad untuk menjadikan blog ini sebagai ladang amal. Berbagi untuk manusia lain dengan mengharap ridha Allah.

Mereka sudah melakukannya, saya kapan?

Segera, Insya Allah 🙂

n.b.: Ngomong-ngomong, beberapa saat yang lalu, saya meninjau ulang tulisan-tulisan saya. Rasanya konten yang dulu saya buat lebih segar, dan entah kenapa akhir-akhir ini terasa gersang dan monoton, ya?

Advertisements

2 thoughts on “Titik Balik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s