Memanfaatkan limbah styrofoam, memangnya bisa?

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas sisi positif dan negatif dari styrofoam, bukan? Nah, sekarang, kita akan membahas beberapa contoh inovasi yang dilakukan untuk mengurangi dampak buruk styrofoam ini terhadap lingkungan. Dan hebatnya lagi, semua inovasi ini dilakukan oleh anak bangsa, lho! Okay, let’s check it out!

· Pengolahan styrofoam menjadi benang sintetis

Pemanfaatan styrofoam ini dilakukan oleh siswa SMA 90 Jakarta, Trisha Marselia dan Rahmat Irkham Triaji. Mereka memenangkan Lomba karya Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2011 dengan temuan membuat styrofoam yang tidak bisa terurai tersebut menjadi benang sintetis.

Styrofoam dicairkan dengan menggunakan minyak kayu putih dan tanaman lidah mertua yang telah diblender. Setelah styrofoam mencair dan berbentuk lendir kemudian dilakukan penarikan sebanyak tujuh kali untuk membuat seutas benang. Setelah ditarik dan didiamkan di udara terbuka maka benang akan mengeras. Namun, sayangnya, benang ini belum bisa digunakan secara luas karena masih belum begitu kuat.

· Penghancuran limbah styrofoam dengan D-Limonen

Penelitian ini dilakukan oleh Vici Riyani Tedja, siswi grade XII IPA SMU Santa Laurensia, Tangerang, bersama temannya, Adrienne Trinovia Sulistyo. Mereka berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Proyek Lingkungan Internasional Eropa-Asia Ke-2 (INEPO Euroasia), yang dilangsungkan di Baku, Azerbaijan, pada 1-6 April 2008 lalu.

Dalam percobaan mereka, Vici dan Adrienne menghaluskan kulit jeruk dalam blender dan memerasnya untuk mengeluarkan ekstrak yang mengandung d-limonene. Cairan ekstrak kulit jeruk ini dipakai untuk merendam Styrofoam yang sudah dipotong kecil-kecil sepanjang 3 sentimeter. Selama perendaman, potongan Styrofoam terus diaduk. Hasilnya, potongan Styrofoam perlahan mengecil sampai akhirnya lumer dan air ekstrak menjadi kental.

Pada saat lumer itulah Styrofoam aman dibuang dan dapat diurai oleh mikroorganisme tanah atau udara karena sudah berada dalam kondisi molekul rendah. Penggunaan ekstrak kulit jeruk juga tidak menyebabkan polusi bagi lingkungan karena berasal dari sumber alami.

· Penghancuran limbah styrofoam dengan proses kimiawi

Penelitian ini juga dilakukan oleh Vici dan Adrianne. Mereka mengembangkan cara lain untuk menghancurkan sampah Styrofoam, yaitu memakai proses kimiawi. Dalam proses yang disebut sulfonasi ini, Styrofoam yang sudah dipotong-potong dicampur dengan klorofom dan asam sulfur. Campuran ini didiamkan selama dua jam dalam suhu 45 derajat Celsius sampai berubah menjadi larutan PSSNa. Lewat proses pemisahan dan netralisasi memakai sodium hidroksida (NaOH), larutan ini akan menghasilkan serbuk polimer setelah dikeringkan.
Walaupun lebih rumit, metode pengolahan Styrofoam secara kimiawi ini bukan hanya agar aman dibuang, tapi juga menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi. Serbuk polimer PSSNa yang dihasilkan bisa digunakan sebagai bahan super-plastifier dalam industri semen, sebagai bahan polimer dalam pemrosesan air bersih, dan lainnya.

· Pembuatan batako dari styrofoam

Pembuatan batako dari styrofoam sangat sederhana sehingga tidak perlu keahlian khusus. Komposisinya 50% styrofoam, 40% pasir, dan 10% semen. Penggunaan styrofoam bisa menghemat 50% kebutuhan pasir ketimbang penggunaan batu bata. Bahan baku styrofoam juga lebih unggul dibandingkan dengan semen karena dalam styrofoam terkandung banyak serat. Ini membuat fondasi bangunan yang menggunakan styrofoam lebih kuat. Selain itu, batako jenis ini berbobot ringan, sehingga pemasangannya dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Uji coba terhadap batako dari styrofoam ini pernah dilakukan oleh Universitas Gajah Mada. Bahan material styrofoam ternyata tahan gempa. Sehingga, batako jenis ini disarankan sebagai bahan material rumah agar bangunan lebih kokoh.

 

Sumber:

http://www.kbr68h.com/perbincangan/bumi-kita/7535-styrofoam-daur-ulang-dan-ramah-lingkungan

http://al-teko.blogspot.com/2011/04/bahaya-dan-manfaat-lain-penggunaan.html

http://www.jurnalisperempuan.com/view/4/7568/Vici-Ariyani–Kulit-Jeruk—dan-Limbah-Styrofoam.html

http://xteknologi.blogspot.com/2010/08/styrofoam-membantu-atau-merusak.html

 

*****

Ini sambungan artikel sebelumnya yang juga saya tulis pada tanggal yang sama, sayang, link sumbernya ada yang sudah tidak aktif lagi.

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s