Merapi Singgalang Hilang Ditelan Asap

pejalan-kaki-menggunakan-masker-saat-melintas-di-jalan-pemuda-_140227094044-590 Entah sudah berapa hari kabut asap ini melanda Agam, Bukittinggi, dan daerah sekitarnya, saya tidak begitu tahu pasti. Seingat saya, di Padang, masyarakat sempat menikmati indahnya langit biru dan menghirup udara segar selama beberapa hari, sebelum akhirnya langit kembali tersaput kabut dan udara mulai berbau asap pada Minggu (9/3) lalu.

Saat saya pulang kampung hari Senin (10/3), barulah saya sadar bahwa semakin mendekati Bukittinggi, kabut semakin tebal mengisi udara. Apalagi Payakumbuh dan daerah Sumbar yang dekat dengan Provinsi Riau, tentulah sudah penat dengan isu lingkungan ini.

Gunung Merapi dan Singgalang yang biasanya terlihat jelas dari rumah, kini tak tampak. Digantikan oleh langit berwarna abu-abu kusam sepanjang pemandangan.

Kabut asap memang sudah tak asing lagi terjadi. Akan tetapi, belum ada yang separah ini. Dahulunya, hanya kabut tipis yang menghilang dalam beberapa hari. Tak mengganggu jarak penglihatan saat berkendara, apalagi merusak kesehatan. Kini, lihatlah, masker yang dulunya asing bagi masyarakat awam dan hanya lazim digunakan petugas kesehatan, kini menjadi benda yang paling dicari. Tak membawa masker sehari serasa mencari mati.

Saya contohnya. Tadi lupa membawa masker, pantaslah tenggorokan ini rasanya tak nyaman.

Kata orang, penyebabnya adalah pembakaran lahan karet seluas beberapa hektar. Presiden pun sampai geram. Saya pun hendak geram, tetapi apalah gunanya geram pada pelaku di saat seperti ini. Mereka mungkin hanya orang suruhan, sementara dalangnya bersembunyi, pura-pura tak tahu. Ah, tak hendaklah menuduh orang sembarangan.

Namun, yang jelas, apapun motifnya, apapun tujuannya, pembakaran lahan itu tidak bisa dibiarkan. Membakar sampah saja asapnya sudah menyesakkan, apalagi lahan seluas sekian hektar. Belum lagi angin kencang, maka terbanglah asap itu ke mana-mana. Merugikan lingkungan dan merugikan saudara-saudara kita di berbagai daerah.

Semoga kejadian ini tidak terulangi lagi.

Mungkin ini adalah tanda peringatan Allah untuk kita yang terlupa. Mari benahi kelakuan agar ridha-Nya senantiasa melimpahi hidup kita.

Advertisements

2 thoughts on “Merapi Singgalang Hilang Ditelan Asap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s