Banjir

Ada dua penyebab banjir: dari langit (curah hujan yang tinggi) dan banjir kiriman (dari daerah lain).

Namun, banjir maksiat banyak penyebabnya.

Indonesia memiliki Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penasihat. Fatwa dari MUI sudah banyak,tetapi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sangat sedikit. Negeri ini sudah begitu sekuler. Begitu bangga dengan kebijakan yang dibuat oleh negara sekuler lainnya.

Kurikulum pendidikan pun tidak menjamin baiknya moral dari siswa, bahkan mahasiswa sekalipun.

Zaman sekarang, menjadi pemilik kos merupakan suatu tantangan besar. Pemilik kos tidak sanggup lagi mengawasi kelakuan anak kosnya yang rata-rata mahasiswa. Saya lihat hal ini memang sudah lazim terjadi, bahkan di Padang sekalipun. Tidak jarang mahasiswi yang tinggal di kos putri bertemu dengan pacarnya, duduk lama-lama berdua di depan rumah.

Mungkin karena inilah bencana silih berganti menghampiri negeri ini.

Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (At-Tahrim 66:6)

(Disarikan dari ceramah ba’da Zhuhur yang saya ikuti, dengan sedikit tambahan pengalaman pribadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s