perihal makan

6a00e54ecd86de8833017d412b0f45970c-800wi wheresmycape.com

Jumat lalu, ketika saya sedang menunggu dokter untuk menyerahkan surat izin penelitian, saya sempat duduk cukup lama di poliklinik neurologi RS Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi. Tanpa sengaja, saya mendengar percakapan dua orang pasien yang bercerita tentang pengalaman penyakit yang pernah dideritanya, serta pelajaran yang mereka ambil dari penyakit ini.

Kalau saya tidak salah tangkap, mereka membahas stroke.

Stroke kini bukan hanya monopoli orang berusia lanjut, melainkan juga diderita oleh mereka yang berusia produktif. Beberapa faktor risiko stroke yang dapat diubah antara lain hipertensi, hiperlipidemia, hiperglikemia, dan obesitas.

Dan bila dipikir-pikir lagi, semua faktor risiko tersebut berhubungan dengan makanan dan pola makan.

Hipertensi, misalnya, dapat disebabkan oleh konsumsi makanan kaya garam. Hiperlipidemia disebabkan oleh konsumsi makanan kaya lemak jenuh. Hiperglikemia, dapat disebabkan oleh konsumsi makanan berkadar gula tinggi. Obesitas dapat terjadi bila kalori yang masuk melebihi kalori yang digunakan untuk pembentukan energi.

Dengan makan makanan sehat dan dalam jumlah sewajarnya, insya Allah, penyakit dapat dihindari. Apalagi bila diseimbangkan dengan olahraga.

Mendengar perbincangan tersebut, saya jadi berpikir, bila seandainya semua orang memikirkan apa yang akan terjadi pada tubuhnya bila ia memakan sesuatu, mungkin semua orang akan mencari makanan sehat.

Selama ini yang terjadi adalah orang sering lupa dengan hal itu. Mereka makan untuk memuaskan indera pengecap dan mengenyangkan perut. Sepotong brownies berlumur cokelat memang sangat menggugah selera. Tapi coba pikirkan kandungan gula dan lemak yang tersembunyi di dalamnya. Mungkin kita tidak akan mau lagi menyantapnya sering-sering.

Saya pun menyimpulkan bahwa memikirkan konsekuensi dari suatu perbuatan akan menurunkan kesempatan seseorang untuk berbuat impulsif. Atau secara sederhana,

Memikirkan akibat dari suatu perbuatan akan menyebabkan seseorang lebih berhati-hati dalam berbuat.

Demikianlah. Semoga bermanfaat bagi para pembaca, serta dapat menjadi pengingat pula bagi saya.

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al-A’raf: 31)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s