Masih Suka Membaca?

reading booksAku aja suka baca, masa’ Kakak-Kakak engga? (credit: www.myrkothum.com)

Dulu, saya dengan percaya diri menyatakan diri sebagai penggila buku (dalam konteks positif).   Waktu masih SD, saya senang melahap berbagai buku. Buku pelajaran, majalah anak-anak, buku pengetahuan populer (seperti Buku Pintar dan Buku Cerdas itu), buku resep masakan, buku kisah-kisah Islami, majalah kesehatan, bahkan buku psikologi populer yang tidak terlalu tebal. Sewaktu harus istirahat di rumah setelah ujian akhir sekolah karena cedera dulu, rutinitas saya di rumah bisa dibilang sama: menonton acara televisi pagi hari yang didominasi kartun, Teletubbies, dan Tweenies, kemudian menemani nenek memasak, lalu ‘kabur’ ke lantai 2 untuk mengobrak-abrik koleksi buku ayah saya yang lumayan banyak. Saya tidak peduli dengan larangan ayah saya sebelum beliau berangkat kerja. “Jangan baca majalah ayah, ya.” Saya tetap membaca majalah kesehatan milik Ayah sehingga saya bisa mengetahui istilah-istilah yang sebenarnya belum perlu (atau terlalu dewasa) untuk saya ketahui.

  Menjelang SMP, saya menyukai pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Biologi.    Maka saat membeli buku pelajaran di awal semester, ketiga buku yang digunakan untuk tiga pelajaran itu akan saya tamatkan lebih awal dibandingkan pelajaran lainnya. Kemudian, barulah saya mengenal novel remaja. Orang tua saya tidak membebaskan saya untuk membeli novel, tidak seperti teman-teman saya, sehingga untuk membaca novel, saya harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Saat membeli novel remaja Islami sewaktu kelas IX SMP, pun, saya juga harus berkelit. Untunglah saya membeli buku itu bersama Ayah, beliau memperbolehkan saya untuk membeli buku, asalkan ada manfaatnya.

Sewaktu memasuki SMA, ketertarikan saya terhadap tiga mata pelajaran tersebut tidak berubah. Bahkan, untuk Biologi, saking tertariknya, saya bertekad untuk menghapal taksonomi invertebrata. Setidaknya, sewaktu itu, saya bisa mengetahui suatu hewan termasuk famili dan ordo apa, bila tidak hingga spesiesnya. Apresiasi guru Biologi saya sewaktu itu membuat saya semakin tekun mempelajari Biologi. Apalagi, sewaktu itu, saya bertekad untuk menjadi dokter, jadi saya juga harus menguasai sistem organ tubuh manusia. Tidak banyak novel yang saya baca sewaktu SMA. Mungkin karena selama itu, saya harus bekerja keras untuk menebus ketertinggalan saya di beberapa mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Kimia. Belum lagi tugas Kesenian yang memakan waktu dan tenaga. Beberapa yang saya ingat adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Ayat-ayat Cinta yang dibeli oleh mama sewaktu pergi ke luar kota. Jarang-jarang saya bisa dibelikan buku oleh Mama, apalagi novel. Jadi, sebagai rasa syukur, saya tamatkan ketiganya dalam waktu singkat, meskipun waktu itu UN dan SNMPTN sudah dekat.

Saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, jadwal saya memang lebih longgar. Namun, baru saya sadari bahwa saya tidak terlalu menyukai buku teks. Saya hanya akan membacanya bila ada tugas membuat makalah atau ada topik yang harus segera saya kuasai. Untuk ujian, saya lebih senang membaca slide mata kuliah yang dibuat oleh dosen dan mempelajari soal-soal turunan dari senior. Akan tetapi, saya mengalami kemajuan pesat dalam hal membaca buku fiksi. Cukup banyak novel yang saya baca, baik yang saya miliki ataupun tidak selama rentang waktu 2008 – 2012. Mungkin tidak banyak menurut orang yang benar-benar menggandrungi novel. Namun, bagi saya, belasan novel itu sudah cukup banyak.

Di semester akhir, saya lebih suka menonton dan mengoleksi film daripada buku. Kebanyakan film Jepang, kebanyakan diunduh sendiri karena jarang yang memilikinya. Teman-teman saya lebih suka drama Korea. Kesukaan saya terhadap film berlanjut hingga akhir masa kuliah program profesi apoteker. Ada seorang teman yang juga mengoleksi banyak film, jadi saya punya teman sehobi. Saya juga mulai menyukai anime, apalagi adik saya menawarkan koleksi anime dari temannya yang cukup beragam. Buku pun semakin lama semakin terlupakan. Bila bukan karena beberapa teman dunia maya saya yang suka membuat karya fiksi dan senang membaca novel, saya mungkin akan melupakan nikmatnya membaca buku. Buku teks kefarmasian sudah jarang saya sentuh karena saya menemukan lebih banyak pengetahuan baru di dalam artikel penelitian. Apalagi sejak menulis proposal tesis, saya dituntut oleh pembimbing untuk melengkapi tulisan saya dengan referensi terbaru.

Kenapa saya menulis topik ini? Karena mendadak saya teringat dengan koleksi buku orangtua saya yang terabaikan di lantai dua. Renovasi rumah juga turut memperlebar jarak antara saya dengan buku-buku itu. Itu pun bukan alasan karena saya juga enggan menyentuh buku-buku yang tersimpan rapi di lemari buku dekat kamar saya. Duh, padahal saya sempat berencana untuk melahap delapan puluh persen buku yang ada di dalam lemari itu selama berada di rumah. Tiga bulan memang bukan waktu yang lama, tetapi tidak ada yang mustahil bila ada kemauan, bukan?

Selain itu, saya juga teringat dengan perpustakaan fakultas yang hanya dikunjungi untuk akses internet nirkabel. Bila ada yang masuk ke dalam ruang koleksi pun, biasanya mereka yang sedang mengerjakan tugas atau skripsi/tesis. Yang dicari umumnya skripsi atau tesis senior, jarang yang mencari buku referensi atau jurnal ilmiah. Saya pun demikian, mengingat otak saya sepertinya tidak kuat lagi membaca buku teks dan artikel ilmiah bila tidak terpaksa. Atau mungkin otak saya sudah terlalu lama dibiarkan malas dan tertidur?

Apapun itu, mari kita galakkan budaya membaca mulai sekarang. Karena membaca itu lebih baik daripada menonton sinetron di televisi 🙂

anak-nonton-tv (credit : www.nontontv.tv )

Advertisements

2 thoughts on “Masih Suka Membaca?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s