Mabuk Perjalanan: Sedikit Penjelasan dan Cara Mengatasinya

motion sickness by blacksake15 Nggak pernah mabuk selama perjalanan? Ah, masa’ sih?  (credit: http://blacksake15.deviantart.com/art/Motion-Sickness-274094600)

Bismillahirrahmanirrahiim…

Siapa di antara pembaca yang suka berjalan-jalan? Atau menjadikan traveling sebagai hobinya serta telah menjelajahi berbagai destinasi wisata baik lokal maupun mancanegara? Atau setidaknya, siapa yang tinggal jauh dari kampung halaman dan menjadi bagian dari masyarakat yang melakukan perjalanan mudik di hari-hari libur nasional? Rasanya hampir setiap kita suka atau tidak suka pernah menempuh suatu perjalanan yang cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Menggunakan transportasi darat, laut, atau udara pun dilakoni sebagai solusi.

Membayangkan perjalanan yang akan dilakukan mungkin membuat sebagian orang teringat dengan mabuk perjalanan yang dialaminya. Ada yang sebelum berangkat selalu menyiapkan obat antimabuk, ada yang sudah siaga dengan minyak angin dan minyak kayu putih, ada yang sudah jauh-jauh hari memesan tempat duduk di dekat supir atau di dekat jendela, ada pula yang selama perjalanan betul-betul tidak bisa diganggu karena tertidur lelap.

Saya sendiri pernah mengalami mabuk perjalanan sewaktu naik bus ke Jakarta. Waktu itu saya masih menjadi murid taman kanak-kanak dan saya masih ingat rasanya muntah-muntah sampai merepotkan orang tua. Dan alhamdulillah, sejak saat itu saya hampir tidak pernah merasakan mabuk perjalanan yang mengganggu, kecuali sebatas mual. Hal itu pun biasanya terjadi bila suhu AC mobil terlalu dingin , atau bau mobil kurang enak, atau saya lupa mengisi perut, atau bila saya membaca. Karena itu, bila saya mulai merasa tidak nyaman, biasanya saya memilih untuk tidur. Setelah terbangun, saya akan merasa lebih segar dan tidak ‘mabuk’ lagi.

Saya menganggap mabuk perjalanan merupakan suatu gangguan yang terkait dengan sensasi. Anggapan saya ini timbul karena biasanya mabuk perjalanan memiliki tanda-tanda khas seperti pusing, rasa kembung, mual, hingga muntah. Atau mungkin terkait dengan gangguan keseimbangan. Bayangkan saja bila Anda berputar-putar sebanyak tiga puluh kali tanpa henti, mungkin selain merasa pusing, perut Anda akan bergolak, seolah ingin mengeluarkan isinya.

Tenang, jangan terlalu bersungguh-sungguh membayangkannya. Itu hanya sebuah contoh. Dan ternyata, dari artikel yang saya baca di sini, anggapan saya tersebut ada benarnya.

Robert M Stern, PhD. dan koleganya menganggap bahwa mabuk perjalanan merupakan suatu ketidakcocokan sensorik. Secara normal, sistem vestibular, suatu sistem yang mengatur keseimbangan dan gerakan, serta sistem penglihatan mengirim sinyal yang saling berbalas ke otak. Bila hubungan tersebut terganggu, orang akan mengalami apa yang disebut dengan mabuk perjalanan.

“Seperti misalnya anak-anak yang duduk di jok belakang sementara ayahnya menyetir dan ibunya duduk di sebelah ayahnya. Sang anak tidak melihat apapun selain bagian belakang jok yang diduduki oleh orangtuanya, sementara melalui sistem vestibular di telinga tengah, anak itu menangkap setiap gerakan mobil yang ditumpanginya. Atau bila seseorang membaca di mobil, jarak pandang antara mata dan buku yang dibacanya tidak berubah, tetapi sistem vestibularnya menangkap setiap pergerakan yang dialaminya.” Stern menjelaskan.

Lebih menariknya lagi, etnis tertentu cenderung lebih sering mengalami mabuk perjalanan dibandingkan dengan etnis lain. Stern mengatakan bahwa dalam penelitiannya, ras Asia cenderung lebih rentan mengalami mabuk perjalanan dibanding orang berkulit hitam atau putih.

Untuk mengatasi keadaan ini, mungkin diperlukan berbagai usaha yang terkadang belum membuahkan hasil. Terdapat beberapa pendekatan, baik dengan atau tanpa menggunakan obat. Salah satu tips dari Stern adalah untuk mengisi perut sebelum melakukan perjalanan dengan makanan rendah lemak. “Makanan berlemak akan menyebabkan perubahan pada tubuh dan memicu mual”, kata Stern.

Ada benarnya juga. Mungkin karena itu saya merasa mual saat membaca di perjalanan atau melakukan perjalanan dalam keadaan lapar. Dan posisi duduk memang menentukan. Bila selama perjalanan mata kita menangkap pergerakan objek di sekitar kita, biasanya sensasi tidak nyaman akan berkurang, bahkan mungkin hilang sama sekali.

Bagaimana dengan minum obat antimabuk? Apakah aman?

antimo tabletSalah satu obat antimabuk yang dikenal luas adalah Antimo® yang mengandung Dimenhidrinat 50 mg/tablet. Dimenhidrinat merupakan salah satu obat yang termasuk golongan antihistamin. Artikel lain yang saya baca menyatakan bahwa terganggunya hubungan antara sistem vestibular dan sistem penglihatan akan mempengaruhi kadar histamin, asetikolin, dan norepinefrin. Obat ini, di Indonesia tergolong dalam obat bebas terbatas dengan tanda lingkaran biru bergaris luar hitam. Tentunya obat ini cukup aman digunakan asalkan tidak dalam dosis berlebihan maupun tidak memiliki kondisi yang menyebabkan penggunaannya dibatasi atau dilarang (kontraindikasi). Kondisi-kondisi tersebut antara lain alergi, asma, glaukoma, penyakit hati atau ginjal, gangguan jantung, masalah pada kandung kemih, dan pembesaran prostat. Bila mengalami salah satu dari kondisi tersebut, beritahu dokter.

Dimenhidrinat termasuk kategori B dalam hal keamanannya bila digunakan pada masa kehamilan. Artinya, obat ini cenderung tidak membahayakan janin. Namun demikian, bagi ibu hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila berencana untuk menggunakan obat ini. Ibu menyusui sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat ini karena dimenhidrinat melewati air susu ibu (ASI) dan dapat berbahaya bagi bayi yang disusui. Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh anak-anak berusia dibawah 2 tahun, kecuali dengan petunjuk dokter.

Bila kondisi tersebut tidak dimiliki, saatnya mengetahui cara penggunaan obat yang benar agar khasiat dapat diperoleh secara optimal. Perhatikan petunjuk di kemasan untuk mengetahui dosis yang dibutuhkan. Dari informasi obat yang saya peroleh, untuk usia 14 tahun ke atas, dosis yang dibutuhkan adalah 1 tablet; untuk usia 8-12 tahun 1/2 tablet; serta untuk usia 5-8 tahun 1/4 tablet. Bila perlu, dapat diulangi setiap 4 – 6 jam. Minumlah obat 30 menit  sebelum melakukan perjalanan. Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan dan sebaiknya diminum dengan segelas air.  Dosis maksimal obat ini adalah 400 mg dalam sehari, atau setara dengan 8 tablet, jadi jangan gunakan obat melebihi dosis maksimalnya.

antimo anak

Bagi anak-anak yang tidak suka tablet, dapat digunakan bentuk sirup dengan rasa yang lebih disukai. Satu sachet sirup Antimo® mengandung 12,5 mg dimenhidrinat. Untuk anak berusia 2-6 tahun, dapat diminum 1-2 sachet tiap 6-8 jam bila perlu, maksimal 150 mg atau setara dengan 12 sachet/hari.

Efek samping yang dapat terjadi antara lain mengantuk, mulut kering, penglihatan ganda, mual, pusing, atau sakit kepala. Efek ini belum tentu terjadi pada semua orang, sehingga tidak perlu khawatir, kecuali bila dirasakan mengganggu. Segera hubungi dokter bila jantung berdenyut cepat dan tidak teratur setelah meminum obat  atau bila terjadi reaksi alergi seperti sulit bernapas, tenggorokan tersumbat, bengkak pada bibir dan lidah, atau wajah.

Dan ingat, jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat ini karena seperti yang disebutkan di atas, dimenhidrinat dapat menyebabkan kantuk.

Perlu perhatian khusus bila menggunakan obat ini bersama obat lain seperti golongan aminoglikosida (gentamisin, amikasin), antidepresan (amitriptilin, klomipramin), antihistamin lain (difenhidramin), sedatif (obat penenang), obat penghilang rasa sakit (analgetik) kuat,  obat anticemas, dan pelemas otot. Beritahu dokter dan apoteker bila Anda juga menggunakan salah satu dari obat tersebut atau bila Anda menggunakan obat, jamu, atau suplemen lain di luar contoh yang disebutkan sebelumnya karena mungkin dapat mempengaruhi efek obat antimabuk yang akan digunakan.

Bila lupa meminum obat, segera minum ketika ingat. Namun, bila telah dekat dengan jadwal minum obat selanjutnya, lupakan dan minum dosis berikutnya.

Saya sendiri lebih menyarankan untuk menggunakan pendekatan selain obat, misalnya dengan menyediakan makanan kecil, tidak membaca atau duduk di dekat jendela sambil melihat pemandangan di luar. Gunakan obat bila benar-benar diperlukan dan mintalah informasi obat yang Anda butuhkan kepada apoteker.

Semoga bermanfaat.

Referensi

http://www.webmd.com/a-to-z-guides/features/how-to-beat-motion-sickness

http://www.onhealth.com/motion_sickness/article.htm

http://www.drugs.com/mtm/dramamine.html

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/meds/a607046.html

http://www.ptphapros.co.id/product_item.php?id=47&lg=in

http://www.ptphapros.co.id/product_item.php?lg=in&id=48&cat=Antivertigo%20-%20Antinausea

(Artikel ini bukan merupakan endorsement  dan sama sekali tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tertentu. Merek tersebut saya pilih karena paling familiar di kalangan masyarakat)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s