Segala Sesuatu Itu Memang Harus Dipertanggungjawabkan

NervousFace1 Duh, jadi grogi, nih… (credit: www.unlockingthegrowth.com )

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Tadi, saya dan teman-teman saya mengikuti kegiatan penting dalam proses studi kami. Nama kerennya Case Report Study, nama biasanya Laporan Studi Kasus. Sebenarnya kami sudah melakukannya di rumah sakit bersama perseptor yang sudah ditunjuk untuk membimbing kami selama di sana. Namun, karena satu dan lain hal, dilakukanlah kegiatan laporan kasus ini di kampus dengan dihadiri dosen yang bertindak sebagai perseptor.

Tidak banyak sih yang ingin saya ceritakan, tetapi satu yang saya rasakan saat itu adalah performa saya yang kurang maksimal. Seharusnya bisa lebih baik lagi, apalagi kasus yang saya presentasikan tadi (mewakili kelompok, sih) sebenarnya merupakan kasus yang sudah pernah saya tampilkan saat praktik di RS. Namun ya dasarnya ingatan saya gampang hilang karena sudah lama tidak diulang ya jadilah kagok juga. Secara umum ya, lumayan, tetapi tetap saja saya masih merasa belum cukup puas.

Mungkin ini balasan untuk saya karena mengira bahwa praktik di RS ini tidak ada lagi hubungannya dengan kampus, dengan kata lain, nilainya murni dari RS dan pertanggung jawabannya hanya kepada dokter perseptor yang bersangkutan.

Ternyata perkiraan saya salah besar.

Sepertinya saya harus belajar lebih keras lagi :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s