Masalah Ketidakpatuhan Pada Pasien Stroke yang Menggunakan Obat Antihipertensi

pill (credit: www.pilbox.co.uk )

Pengendalian tekanan darah akan menurunkan risiko stroke berulang pada pasien stroke, mengingat hipertensi merupakan faktor risiko utama pada stroke (Markus, dkk, 2010). Untuk mengendalikan tekanan darah, selain diperlukan modifikasi gaya hidup seperti diet rendah garam dan berolahraga (National High Blood Pressure Education Program, 2003), pendekatan farmakologis dengan obat-obatan antihipertensi juga diperlukan. Kedua komponen ini diharapkan mampu membantu pasien stroke untuk mengendalikan tekanan darahnya hingga mencapai target yang diharapkan serta menurunkan risiko stroke berulang.

Untuk mencapai target terapi yang diharapkan, hal yang dibutuhkan bukan hanya obat-obatan yang efektif dengan dosis tepat, melainkan juga kepatuhan pasien. Tingkat kepatuhan yang rendah merupakan penyebab utama kegagalan pengendalian tekanan darah (Waeber, et al., 2000). Kegagalan pengendalian tekanan darah ini dapat berakibat pada peningkatan risiko stroke dan komplikasi lainnya yang disebabkan oleh hipertensi.

Di lapangan, kasus ketidakpatuhan ini juga ditemukan pada sebagian pasien. Pasien-pasien ini tetap melakukan kontrol secara teratur ke poliklinik atau ke tempat praktik dokter serta menebus obat yang diresepkan, tetapi enggan meminum obatnya dengan berbagai alasan. Entah karena takut dengan efek samping, takut keracunan obat, atau merasa tekanan darahnya sudah terkendali dan kondisinya sudah membaik. Keengganan pasien untuk meminum obat ini bermanifestasi dalam berbagai perilaku ketidakpatuhan. Ada yang mengubah frekuensi minum obat yang seharusnya satu kali sehari menjadi sehari dua kali, ada pula yang menghentikan pengobatan selama seminggu untuk mencoba pengobatan alternatif. Setelah mencoba menghentikan pengobatan, efeknya pun bervariasi. Ada pasien yang tekanan darahnya tetap terkendali, tetapi ada pula yang tekanan darahnya justru naik sehingga gejala-gejala stroke yang sempat pulih, kini muncul kembali.

Untuk mengatasi masalah ketidakpatuhan tersebut, peran apoteker mutlak diperlukan. Sebagai profesional kesehatan yang memiliki kompetensi yang memadai mengenai obat, apoteker seyogianya mampu memberikan layanan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pasien. Layanan ini dapat diberikan dalam bentuk media tertulis seperti leaflet atau poster, atau pun secara lisan pada waktu menyerahkan obat kepada pasien. Bila perlu, apoteker dapat berinisiatif untuk berbicara langsung dengan pasien yang mengalami masalah dengan motivasi meminum dalam suatu sesi konseling. Dalam sesi konseling tersebut, apoteker akan menggali sejarah pengobatan pasien dan masalah yang dihadapi pasien dalam pengobatan yang dijalaninya, kemudian berusaha mencarikan solusi bagi permasalahan pasien. Bila pasien mengalami keraguan untuk meminum obat yang diresepkan oleh dokter, apoteker sebaiknya memberikan pengertian kepada pasien mengenai pengobatan jangka panjang yang harus dilaluinya serta dampak yang akan timbul bila pasien lalai meminum obatnya. Diharapkan pasien akan mampu memahami tujuan pengobatannya sehingga pasien kembali termotivasi untuk mengikuti pengobatan sesuai yang diharapkan.

Semoga bermanfaat.

Referensi:

Markus, H, Pereira, A, Cloud, G. 2010. Stroke Medicine, New York: Oxford University Press

National High Blood Pressure Education Program. 2003. Seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. Hypertension 42(6):1206–1252.

Waeber B, Burnier M, Brunner HR.How to improve adherence with prescribed treatment in hypertensive patients? Journal of Cardiovascular Pharmacology, 2000, 35 (Suppl 3):S23-S26.

(Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Kesehatan yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Health Professionals’ Society bekerja sama dengan HPEQ Dikti (www.hpeq.dikti.go.id)

Logo IYHPS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s