106 Tahun Kebangkitan Nasional: Apa yang Harus Kita Lakukan?

106 tahun kebangkitan nasional Meskipun lelah, Indonesia harus terus bangkit! (credit: www.kominfo.go.id )

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Hari ini, Senin, 20 Mei 2014, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Jauh bertahun-tahun sebelumnya, pada tanggal 20 Mei 1908, sebuah organisasi pergerakan nasional di Indonesia bernama Boedi Oetomo didirikan. Terlepas dari kontroversi mengenai asal usul Hari Kebangkitan Nasional serta organisasi Boedi Oetomo sendiri, ada baiknya kita menatap bayangan sendiri di cermin dan bertanya-tanya, apakah Indonesia sudah benar-benar bangkit?

Seratus enam tahun bukan masa yang singkat, bahkan bisa dibilang sepuh. Lihatlah kakek-nenek di sekitar kita, para warga senior. Keriput tergurat jelas pada wajah, postur tubuh bungkuk, stamina sudah tak sekuat dahulu. Saya berpikir, mungkinkah bangsa yang kita cintai ini juga seperti itu? Sudah seratus enam tahun berlalu, tetapi tak juga bangkit. Terkesan malas, mungkin. Atau justru telah terlanjur lelah karena seberapa seringpun dicoba untuk bangkit, toh akan jatuh jua.

Masalah-masalah tak henti-hentinya melanda negeri ini. Krisis multidimensi, kata orang-orang terpelajar. Berita mengenai terungkapnya kasus korupsi sudah menjadi makanan sehari-hari. Masalah kecurangan ujian adalah headline penting yang seakan harus ada setiap musim ujian nasional. Belum lagi nilai moral yang seakan diinjak-injak di negeri ini. Pembunuhan dan tindak asusila terjadi setiap harinya. Nyawa dan kehormatan direnggut, berita tentangnya dipertontonkan kepada khalayak ramai, seakan sudah biasa terjadi. Aset bangsa terus mengalir ke pihak asing. Negara jiran pun tidak merasa perlu untuk menyegani negara ini. Sementara itu, mereka di atas sana sibuk berebut kekuasaan dan mengumbar janji-janji kepada masyarakat. Rakyat Indonesia, untuk kesekian kalinya, dibuat percaya, dibiarkan terbuai dalam mimpi-mimpi. Indonesia akan bangkit. Indonesia akan menjadi negara maju, kata mereka. Nyatanya, sudah beberapa kali rezim kekuasaan berganti, nasib bangsa ini tidak juga berubah.

Lihatlah wajah Indonesia kita. Penuh borok, penuh coreng-moreng. Luka di mana-mana. Tulang rangkanya telah goyah menopang beban berat. Ototnya menyusut, tidak sanggup lagi berjalan jauh. Nadinya melemah, tidak kuat lagi untuk memompakan semangat dan harapan. Yang bisa dilakukan hanya mengenang masa lalu, saat para pemimpin bangsa ini tanpa ragu menyumbangkan segala yang dipunyai untuk kepentingan rakyat Indonesia. Saat barisan rakyat dari berbagai kalangan siap merebut dan mempertahankan kemerdekaan. ‘Merdeka atau mati’ menjadi semboyan yang gaungnya sampai ke semua daerah. Lalu duduk terkantuk-kantuk di kursi goyang, menanti saat-saat kejayaan itu kembali datang.

Tegakah kita membiarkan bangsa ini terus menanti dalam ketidakpastian?

Sudah saatnya kita, terutama para generasi muda, untuk melanjutkan estafet para pejuang kita di masa lampau. Cukup sudah momentum kebangkitan ini berlalu dengan sia-sia. Mari sumbangkan pikiran dan tenaga untuk memajukan bangsa ini. Jangan biarkan Indonesia terus digerogoti oleh masalah pelik. Jangan biarkan bangsa ini putus asa untuk berjuang dan bangkit untuk yang kesekian kalinya. Pada pundak kita, para pemudalah, harapan itu ada.

[Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pekan Informasi Nasional tahun 2014. ]

——-

Sebagai tambahan informasi, tahun ini, Provinsi Sumatera Barat dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Informasi Nasional ke-6. Melibatkan berbagai dinas, instansi, serta lembaga swadaya masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada zaman globalisasi seperti sekarang. Pengetahuan tentang manfaat TIK juga harus diimbangi oleh pengetahuan mengenai cara menyaring dampak negatif yang dapat terbawa serta oleh arus informasi.

Acara Pekan Informasi Nasional ke-6 yang diselenggarakan tahun ini memiliki berbagai kegiatan, seperti festival pertunjukkan rakyat, pagelaran media tradisional, sarasehan, pertunra dan KIM, bidan aplikasi teknologi informasi (lomba blogger & animasi), bidang pameran teknologi informasi, postel dan penyiaran, bidang parade budaya nusantara, marching band, dan lain-lain.

Nah, bagi warga Kota Padang dan masyarakat dari daerah lain di Sumatera Barat, mari merapat ke GOR H. Agus Salim Padang untuk memeriahkan Pekan Informasi Nasional ke-6. Rangkaian kegiatan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 23 hingga 27 Mei 2014. Jangan sampai ketinggalan 🙂

Informasi lengkap mengenai acara Pekan Informasi Nasional ke-6 bisa dilihat di sini.

Advertisements

2 thoughts on “106 Tahun Kebangkitan Nasional: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s