Sudah Saatnya Masyarakat Indonesia Melek Internet

MELEK INTERNET - Sejumlah siswa SDN Sumberejo 01 asyik berselancar di dunia maya pada Mobile Pelayanan Internet Kecamatan (M-PLIK) yang diparkir di Balai Desa Sumberejo, Kec/Kota Batu, Rabu (24/10/2012). Meski rata-rata adalah anak petani, belasan siswa ini terlihat mahir membuka youtube, jejaring sosial dan game online. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO Salah satu upaya untuk membuat masyarakat melek internet (credit: www.suryaonline.co )

Bismillahirrahmaanirrahiim

Internet? Apa itu? Indomie telur kornet, ya?

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar seperti gurauan. Di zaman digital seperti ini, memangnya masih ada yang tidak paham internet? Rasanya sulit dipercaya. Buku-buku tebal di perpustakaan kini bisa diakses melalui internet. Berkirim surat, berkirim pesan, bahkan berkirim gambar bisa dilakukan melalui layanan surat elektronik dan layanan sosial media. Ingin mengetahui kabar terkini tetapi sedang terjebak macet di mobil, bisa dilakukan melalui situs portal berita. Ingin menyuarakan pendapat dan aspirasi tanpa harus berdemo di jalan atau mengirim tulisan ke media massa, blog adalah jawabannya.

Dengan segudang manfaat seperti itu, rasanya sayang sekali bila masih ada saudara-saudara kita yang belum mengetahui internet padahal akses jaringan internet di daerah tempat tinggal mereka sama sekali tidak terbatas. Sedih rasanya bila masih ada yang kesulitan untuk menggunakan mesin pencari atau mengakses situs, bahkan untuk memahami istilah internet saja masih sukar. Miris mendengar anak-anak sekolah yang ketinggalan dari teman-temannya yang sudah biasa mengakses konten pendidikan di internet.

Kenyataan di lapangan, masih banyak masyarakat Indonesia yang buta internet. Dari informasi yang saya baca, pemerintah Indonesia baru menargetkan 50% masyarakat Indonesia melek internet pada tahun 2015*. Kalau begitu, berarti jumlah masyarakat Indonesia yang melek internet pada tahun ini masih jauh dibawah angka tersebut? Studi yang dilakukan oleh International Telecommunications Union (ITU) dan Georgia Institute of Technology pada tahun 2013 menyatakan bahwa baru 13,7 persen anak muda Indonesia yang berusia 15-24 tahun yang melek internet. Angka ini menempatkan Indonesia pada urutan 132 dari 180 negara. Bandingkan dengan Korea Selatan yang 99,6 persen anak mudanya sudah paham internet**. Sementara itu, data lain dari studi yang dilakukan oleh ITU menyatakan bahwa 18% dari 240 juta penduduk Indonesia melek internet***. Apakah persentase ini dianggap masih kecil atau sudah lumayan, saya tidak dapat memastikan. Namun, yang jelas, capaian tersebut masih jauh dari harapan.

Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan berinternet pada masyarakat, alangkah baiknya bila dimulai dari siswa sekolah. Dengan memperkenalkan internet melalui pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi maupun menyisipkannya pada pelajaran lain, para siswa diharapkan menyadari pentingnya internet dan paham cara menggunakannya untuk tujuan positif. Siswa-siswa ini diharapkan akan menularkan pengetahuannya pada orangtua dan saudara mereka di rumah, juga para tetangga dan masyarakat sekitar. Untuk menyasar masyarakat yang lebih luas, dapat dilakukan sosialisasi melalui kegiatan arisan, PKK, majelis ta’lim, pertemuan pemuda, atau kegiatan lainnya. Selain pengertian akan pentingnya internet, perlu juga diberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk mendampingi anak-anak di rumah saat menggunakan internet. Hal ini mutlak diperlukan untuk mencegah invasi dampak negatif dari internet seperti konten berbau kekerasan maupun konten asusila.

Untuk memberantas buta internet, sangat diperlukan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk kita para generasi muda. Mari mulai dari diri sendiri, terus ke keluarga sebagai lingkungan terdekat, sebelum akhirnya mencapai lingkup masyarakat yang lebih luas.

Referensi:

*http://www.antaranews.com/berita/70766/indonesia-targetkan-50-persen-melek-internet-pada-2015

**http://tekno.kompas.com/read/2013/10/10/1625184/Banyak.Anak.Indonesia.Belum.Melek.Internet.

***http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/422092-18-persen-rakyat-indonesia-melek-internet

[Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pekan Informasi Nasional tahun 2014. ]

β€”β€”-

Sebagai tambahan informasi, tahun ini, Provinsi Sumatera Barat dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Informasi Nasional ke-6. Melibatkan berbagai dinas, instansi, serta lembaga swadaya masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada zaman globalisasi seperti sekarang. Pengetahuan tentang manfaat TIK juga harus diimbangi oleh pengetahuan mengenai cara menyaring dampak negatif yang dapat terbawa serta oleh arus informasi.

Acara Pekan Informasi Nasional ke-6 yang diselenggarakan tahun ini memiliki berbagai kegiatan, seperti festival pertunjukkan rakyat, pagelaran media tradisional, sarasehan, pertunra dan KIM, bidan aplikasi teknologi informasi (lomba blogger & animasi), bidang pameran teknologi informasi, postel dan penyiaran, bidang parade budaya nusantara, marching band, dan lain-lain.

Nah, bagi warga Kota Padang dan masyarakat dari daerah lain di Sumatera Barat, mari merapat ke GOR H. Agus Salim Padang untuk memeriahkan Pekan Informasi Nasional ke-6. Rangkaian kegiatan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 23 hingga 27 Mei 2014. Jangan sampai ketinggalan πŸ™‚

Informasi lengkap mengenai acara Pekan Informasi Nasional ke-6 bisa dilihat di sini.

Advertisements

2 thoughts on “Sudah Saatnya Masyarakat Indonesia Melek Internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s