[Thai-Movie] The Billionaire

Top_Secret_(The_Billionaire)_Thai_poster (credit: http://en.wikipedia.org/wiki/The_Billionaire. Informasi terkait film ini bisa dilihat di sini )

Sinopsis:

Itthipat Kulapongvanich (Top) bukan tipikal siswa yang baik. Sehari-hari, ia menghabiskan waktu dengan bermain game online. Dari suatu sesi permainan yang dilakukannya di sela-sela jam pelajaran, Top mengetahui bahwa ia bisa memperoleh uang dari menjual ‘senjata’. Uang pertamanya digunakan untuk membeli mobil. Ketagihan, Top terus menekuni hobinya dan menjual item apa saja yang bisa ia jual.

Karena terus bermain, Top tidak punya waktu untuk belajar. Ia tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri. Ia mencoba untuk berbisnis, tetapi gagal. Karena desakan sang ibu yang kasihan melihatnya gagal, akhirnya Top mendapat izin dari ayahnya untuk kuliah bisnis di sebuah universitas swasta. Namun, Top yang sudah biasa menghasilkan uang sendiri, merasa tidak puas dengan hanya mendengarkan kuliah dan mencatat, seperti siswa lainnya. Ia ingin menghasilkan uang.

Awalnya, ia mencoba berjualan kacang. Bisnisnya sempat terancam bangkrut karena Top belum punya pengalaman. Namun, dengan kegigihan serta dukungan pamannya, dagangannya laku. Sayangnya, Top kurang sabar dan ingin menambah cabang dalam waktu dekat. Perhitungannya yang kurang matang serta pemutusan kontrak dari pihak mal tempatnya berjualan membuat usahanya harus berhenti. Di saat yang bersamaan, orangtuanya memutuskan untuk pindah ke China karena terlilit utang.

Top belum mau pindah, ia masih ingin melanjutkan usahanya. Kali ini rumput laut, terinspirasi dari camilan yang dibawa Lin dari luar daerah. Namun, lagi-lagi, Top harus menempuh jalan berliku. Haruskah ia bertahan? Atau menyerah pada keadaan?

*****

Film ini sudah saya incar sejak lama, tetapi terlupakan hingga baru sempat saya dapatkan kemarin.

Tidak butuh usaha ekstra untuk menikmati film ini. Cerita yang disajikan terkesan nyata dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak muda yang tidak tertarik dengan dunia akademis yang monoton, anak muda yang ingin menepis anggapan bahwa setelah SMA, hal yang harus dilakukan adalah melanjutkan kuliah, belajar keras, dapat nilai bagus, dan diterima kerja. Lalu orangtua yang tidak yakin dengan pilihan anaknya, bahkan mengecapnya pembangkang dan sulit diatur, buang-buang uang dan buang-buang umur. Kemudian, pandangan masyarakat sekitar tentang seseorang yang bermimpi untuk membangun bisnis pada usia belia. Semua itu bukan khayalan, bukan fiksi yang didramatisasi, melainkan kenyataan.

Saya menyukai akting para pemain dalam film ini, terutama Top. Ekspresinyalah yang paling berwarna di dalam film ini. Penuh gelegak darah masa muda. Kecewa, sedih, gembira, semua ditampilkannya dengan baik. Chemistry-nya dengan sang paman juga sangat baik, saya terkesan melihat adu akting mereka berdua. Beliau setia menemani Top baik di saat senang maupun susah, serta ikut menyumbangkan apa saja untuk membantu keponakannya. Tokoh-tokoh lain bukannya tidak berkesan, semuanya menyumbangkan warna tersendiri dalam kehidupan sang tokoh utama. Namun, yang paling menggugah saya ya Top dan pamannya itu.

Pengambilan gambarnya dilakukan dengan baik. Tidak monoton, meskipun tidak terlalu artistik juga. Adegan-adegan ditampilkan secara alamiah dan tidak terlalu banyak menggunakan permainan efek. Wajar, karena film ini memang mengangkat kisah nyata. Gambar yang alami dan realistis tentunya akan mendukung penonton dalam menikmati film ini.

Dari film ini, saya banyak belajar mengenai pentingnya tekad, keberanian, usaha, dan sikap pantang menyerah. Top bertekad untuk memiliki penghasilan, belakangan, ia menetapkan target yang lebih jelas untuk bisa membayar hutang ayahnya sesegera mungkin. Tekad itu bukan hanya untuk dibawa tidur, bukan untuk disimpan rapi di balik bantal. Ia melihat sekeliling, mencari ide usaha. Ia berkeliling pasar, melakukan observasi, dan mencatat hal-hal penting. Pelajaran yang diperolehnya kemudian dikompilasikan dan diterapkan dalam tindakan. Saat menemukan kegagalan, Top bukannya lantas menyerah. Ia mencari penyebab kegagalan tersebut dan jalan keluar seperti apa yang harus ditempuh. Saat memulai usaha camilan rumput laut, entah berapa kardus yang terbuang karena gagal mendapatkan rasa yang diinginkan. Top terus dan terus mencoba. Dan memang, tidak ada kegagalan yang sia-sia. Dari sanalah kita bisa belajar untuk mencari jalan keluar alternatif yang lebih baik.

Saya yakin, bukan hanya Top yang ingin memiliki pendapatan sendiri di usia muda. Semua ingin, saya juga. Namun, berapa orang sih yang senekat Top sampai rela menguras isi tabungannya dan berkali-kali menempuh kegagalan agar berhasil?

Banyak orang yang bermimpi besar, tetapi tidak berani memulai.

Banyak orang yang berani memulai, tetapi tidak mampu berkomitmen untuk meneruskan hal yang ditekuninya hingga membuahkan hasil.

Banyak orang yang memilih untuk mundur saat mengalami kegagalan pertama, kegagalan kedua, dan seterusnya.

Banyak orang yang bangkit lagi, tetapi justru menyerah saat ia telah begitu dekat dengan keberhasilan.

Hanya orang-orang yang tekunlah yang akan menemukan jalan keberhasilan.

Bagi kita yang beragama Islam, tentu usaha saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan doa dan tawakal serta memperbanyak ibadah. Bersabar dan menerima takdir yang digariskan oleh Allah swt. Menjauhkan diri dari putus asa, apalagi sampai ingin mengakhiri kehidupan sendiri.

Bagaimana? Siap untuk berubah mulai sekarang?

Saya siap!

*****

Jangan menyerah apapun yang terjadi.

Bila kita menyerah, habislah sudah.

(Top)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s