#5: Role Model

Kisah-Nabi-Muhammad-untuk-Remaja Buku yang sangat baik untuk dibaca, meski Anda telah dewasa sekalipun. (credit: http://tokobuku-islam.com/category/buku-sejarah/page/2/)

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Semua orang seyogianya memiliki seseorang yang dijadikan panutan, acuan untuk bertingkah laku dan menjalani kehidupan. Misalnya, seorang siswa sekolah sepakbola (SSB), ia memilih seorang pemain bola berkebangsaan Inggris sebagai panutan karena terinspirasi dengan tendangan mautnya di lapangan hijau. Atau seorang penulis muda memilih seorang penulis cerita post-modern berkebangsaan Jepang sebagai panutan karena mengagumi karya-karyanya. Ada banyak alasan untuk lebih memilih seseorang dibandingkan dengan yang lainnya untuk menjadi model panutan. Ada pula banyak pertimbangan untuk memiliki role model atau tidak memilikinya sama sekali. Biasanya, yang tidak memiliki panutan akan kehilangan acuan dalam hidupnya. Ia akan merasa puas dengan hidupnya yang datar dan biasa-biasa saja, tanpa ada usaha untuk berbuat lebih karena tidak seperti orang lain, ia tidak memiliki standar yang harus dicapai.

Masalahnya, siapakah model panutan yang tepat bagi kita, para pemuda muslim? Apakah kita harus memaksakan diri untuk menerima invasi budaya Barat dengan menjadikan para penyanyi, aktor, atau model mereka yang berpakaian tak pantas sebagai contoh? Bukannya terpacu untuk berbuat baik, yang ada malah kepribadian kita dirusak secara perlahan-lahan.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21)

Maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk memilih yang lain atau bahkan galau untuk memilih sosok terbaik di antara sekian banyak pilihan. Rasulullah saw adalah sosok teladan yang baik bagi kita. Perjuangan beliau dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam rasanya berkali-kali lipat lebih berat dan lebih mulia daripada kesibukan kita mengejar dunia. Malu rasanya bila mengaku muslim dan muslimah, tetapi ketika ditanya mengenai sosok panutan kita, yang kita sebutkan adalah sederet nama yang asing. Ketika ditanya sirah Nabawiyah dan kehidupan para sahabat serta ummul mu’minin, kita justru melongo dan menggeleng karena tidak tahu. Na’udzubillahi min dzalik, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang seperti itu.

Ide tulisan ini tercetus setelah membaca ulang buku Kisah Nabi Muhammad untuk Remaja yang ditulis oleh Abul Hasan Ali An-Nadwi (gambarnya ada di bagian atas postingan ini). Saya menyadari bahwa selama beberapa tahun ini, begitu banyak hal yang saya lewatkan dan lupakan, terutama mengenai perjuangan Rasulullah dan para sahabat. Semoga saja tidak terlalu terlambat untuk mengejar ketertinggalan ini. Mungkin saya belum bisa mencintai beliau selayaknya para sahabat, tetapi saya akan berusaha, Insya Allah :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s