#9: Mimpi-mimpi Hachiken

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Kemarin saya menonton anime Gin no Saji (Silver Spoon) Season 2. Anime  ini menceritakan kelanjutan kisah Hachiken Yugo bersama teman-temannya di sekolah pertanian Ooezo, Ezoono, Hokkaido. Di season sebelumnya, diceritakan masa-masa adaptasi Hachiken yang berasal dari Sapporo, ibukota Hokkaido, saat baru masuk sekolah itu. Tidak seperti dirinya yang berasal dari kota besar, teman-teman sekelasnya umumnya adalah anak ‘daerah’ dan bercita-cita untuk meneruskan bisnis keluarga, menjadi dokter hewan, atau profesi lain yang berhubungan dengan peternakan atau pertanian. Sementara itu, Hachiken masih belum tahu ingin menjadi apa. Yang ada di pikirannya ketika memutuskan untuk masuk ke sekolah pertanian Ooezo adalah ingin menjalani kehidupan sekolah yang bebas dari persaingan ketat untuk mendapakan nilai tertinggi, seperti di sekolahnya dulu.

Di season 2 ini, Hachiken mulai mampu memposisikan dirinya sebagai siswa yang baik dan dipercaya oleh teman-temannya. Namun, memang dasarnya Hachiken bukan orang yang bisa berkata ‘tidak’, ia menerima permintaan semua orang sehingga ujung-ujungnya dia sendiri yang kewalahan. Mikage Aki, siswi yang satu klub dengannya pun mengingatkannya untuk tidak terlalu memikirkan urusan orang lain, karena kalau tidak, Hachiken juga yang akan susah. Menyadari impian Mikage yang ingin bekerja dengan kuda, serta mengetahui bahwa ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk Komaba, ace pitcher klub bisbol, Hachiken bersikeras untuk membantu Mikage mewujudkan impiannya. Setiap hari, Hachiken membantu Mikage untuk mempelajari pelajaran umum. Pelajaran umum merupakan kelemahan banyak siswa di sekolah itu, tetapi bukan masalah bagi Hachiken yang berasal dari sekolah umum dan memang menyukai belajar. Hachiken memang masih belum tahu akan menjadi apa, tetapi ia akan memikirkannya dengan baik. Lagipula, dengan mengajari orang lain, ia akan lebih memahami pelajaran, begitu pendapatnya

Saya salut dengan karakter Hachiken yang murni dan pekerja keras, meskipun sedikit naif ini. Rasanya, sekarang, tidak mudah untuk menemukan orang yang bersedia mendengarkan keluh kesah dan mau membantu dan mendukung kita dengan segenap kemampuan yang ia punya. Semoga Hachiken bisa menemukan impiannya, ya.

Untuk para pembaca yang sedang bermimpi atau sedang mempersiapkan masa depan, semoga langkahnya dimudahkan oleh Allah swt. Aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s