#29: Selamat Tinggal, Juni

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Salah seorang teman saya yang lahir di bulan 6 ini tampaknya memiliki ikatan kuat dengan bulan Juni. Hanya dia yang memosting status khusus untuk menyambut dan berpisah dengan bulan Juni :).

Kali ini, yang ia tulis adalah:

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono)

Meskipun nyatanya di pertengahan akhir hujan justru jarang, bahkan hampir tak pernah datang, puisi ini tetap berkesan buat saya. Saya yakin ada banyak arti lain yang tersembunyi di dalamnya.

Ah, terserahlah, Juni sudah berlalu, apa saja yang sudah kau lakukan? Sudah lebih baikkah hari ini dibandingkan kemarin?

Semoga kita tidak menjadi insan yang merugi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s