Lakukan Segera Sebelum Menyesal

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Menunda-nunda, atau bahasa Inggrisnya procrastinating, sepertinya bukan masalah asing buat masyarakat Indonesia yang terkenal dengan jam karetnya. Ah, nantilah, paling dia juga belum datang. Ah nantilah, masih ada waktu dua jam lagi.  Dan segudang alasan lainnya. Padahal kita semua juga tahu bahwa menunda-nunda tidak pernah memberikan efek yang baik, yang akhirnya berujung pada penyesalan. Dan semua ucapan ah nantilah akan berganti menjadi kalau saja atau seandainya saja. Sementara berandai-andai merupakan perbuatan yang menjadikan kita insan yang tidak menerima ketentuan Allah dengan ikhlas. Padahal ya, itu semua karena kesalahan kita juga.

Beberapa pembicaraan berat yang akhir-akhir ini saya dengar membuat saya sering membayangkan masa depan. Seperti cara mempersiapkan diri untuk bekerja dan membangun pernikahan. Meskipun dibandingkan dengan teman-teman seangkatan saya masih muda, tetapi tetap saja yang orang lihat adalah saya sudah lulus pendidikan profesi apoteker dan sekarang masih melanjutkan pendidikan lalu kemudian saya hendak bekerja di mana. Belum lagi bulan Syawal yang entah kenapa menjadi bulan yang indah bagi sepasang insan untuk memulai kehidupannya yang baru. Berbagai undangan datang silih berganti, dan, yah, wajarlah jika saya mulai berpikir ke arah sana. Sekadar memikirkan ke arah sana, sih, bukannya saya ngebet atau apa.

Dari berbagai pembicaraan tersebut, saya makin meyakini bahwa untuk mencapai hasil yang baik sesuai harapan, maka kita perlu merencanakan segala sesuatunya dengan matang serta melaksanakannya dengan tepat waktu dan penuh komitmen. Contoh kecilnya, untuk masalah tugas kuliah. Bila kita membuat list tugas yang akan dikerjakan lengkap dengan target yang hendai dicapai, Insya Allah kita akan lebih terpacu untuk menyelesaikannya tepat waktu, berbeda halnya jika kita menganggapnya sebagai suatu pekerjaan yang bisa selesai dalam semalam. Atau dalam ruang lingkup yang lebih besar, persiapan pekerjaan. Bila kita menganggap usia kita tidak akan pernah terlalu tua untuk bermain-main, maka untuk menyelesaikan studi pun, kita akan merasa ogah-ogahan, bukan? Lebih beratnya lagi, untuk urusan akhirat. Dengan jatah hidup yang terbatas, kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beribadah agar tidak menyesal kelak. Namun, bagi orang yang tidak menyadari hal itu, mereka akan hidup di dunia seperti selamanya. Na’udzubillahi min dzalik.

Jadi, mari lakukan segera sebelum menyesal. Do not procrastinate. Ingat pepatah:

Hari pagi dibuang-buang, hari petang dikejar-kejar.

Sekian. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan di hati. Tulisan ini bukannya untuk menyindir apalagi menghakimi. Kita sama-sama belajar dan sama-sama saling mengingatkan :).

Advertisements

2 thoughts on “Lakukan Segera Sebelum Menyesal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s