TOEFL? Siapa takut?

wordle_TOEFL credit

Bismillahirrahmaanirraahiim…

Pernah mengikuti ujian TOEFL? Atau setidaknya, mendengar nama TOEFL?

TOEFL (Test of English as a Foreign Language = Tes bahasa Inggris sebagai bahasa asing) merupakan salah satu dari beberapa ujian kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara luas di berbagai negara. Skor TOEFL sering kali menjadi pintu seleksi bagi mereka yang ingin melanjutkan studi atau bekerja, bahkan di dalam negeri sekalipun. Tak heran, banyak universitas menyaratkan lulusannya untuk mencapai target skor TOEFL tertentu. Biasanya, paling rendah 450, tetapi ada pula yang menyaratkan 500. Untuk kuliah di luar negeri, setahu saya, skor yang disyaratkan adalah 550.

Tidak semua di antara kita menyukai pelajaran bahasa Inggris sewaktu sekolah maupun kuliah. Hal ini sering dianggap sebagai batu sandungan untuk mencapai target skor TOEFL yang ditetapkan. Lalu, bagaimana? Apakah harus menyerah saja?

Dalam artikel ini, saya tidak akan berkoar-koar mengenai pentingnya pemahaman bahasa Inggris sebagai landasan untuk melewati ujian kemampuan bahasa Inggris apapun. Saya sendiri bukan ahli bahasa Inggris, jadi tidak memiliki kompetensi untuk itu. Namun, mari berandai-andai, bagaimana bila seandainya seminggu atau dua minggu lagi Anda dijadwalkan untuk mengikuti TOEFL, baik berupa prediksi maupun tes di institusi tertentu (ITP = Institutional Testing Program). Untuk tes menggunakan komputer, saya belum pernah mencoba, jadi tidak akan saya bahas di sini.

Jadi, apa yang harus dilakukan mulai dari persiapan hingga saat tes untuk mencapai skor yang ditargetkan?

Pertama, tenanglah, jangan panik, dan berdoa supaya dimudahkan dalam mempersiapkan diri. Tanpa doa, bukan tidak mungkin materi tes yang seharusnya mudah menjadi sulit. Berdoa juga adalah hal yang penting dilakukan sebelum dan sesudah tes agar hati dan pikiran menjadi mantap saat menjawab soal ujian dan diberikan hasil yang terbaik oleh Allah SWT.

Kedua, pelajari buku-buku TOEFL dan kerjakan contoh soalnya. Saya punya buku persiapan TOEFL Cliff’s. Ada beberapa orang yang nyaman menggunakan buku Longman atau Baron. Buku persiapan TOEFL yang baik, selain memuat rangkuman materi secara tertulis, juga memiliki beberapa set contoh soal lengkap dengan kaset atau CD audio untuk berlatih mendengarkan. Bila ingin yang gratis, silakan unduh di internet. Ada beberapa sumber yang menyediakan tautan untuk mengunduh ebook atau file audio gratis. Mencoba tes di situs-situs tertentu juga baik untuk dilakukan.

TOEFL ITP terdiri dari tiga sesi: listening, structure and written expressions, serta reading. Dengan mempelajari buku-buku tersebut, Anda bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan Anda di mana. Misalnya, saya agak lemah pada sesi listening, tetapi tidak masalah bila dihadapkan pada teks bahasa Inggris (reading). Tips dan trik dalam mengerjakan soal saat ujian biasanya dijelaskan lebih rinci dalam buku persiapan TOEFL.

Ketiga, selain mengandalkan buku TOEFL, tidak ada salahnya membiasakan diri dengan percakapan atau tulisan dalam bahasa Inggris. Berlatihlah mendengarkan percakapan melalui film, drama serial, atau radio. Pengalaman saya sebelum mengikuti tes TOEFL ITP, saya menamatkan season 3 The Modern Family. Dengan banyak mendengarkan, telinga akan terbiasa dengan pengucapan bahasa Inggris seperti penutur asli. Selain mendengarkan, membaca buku, artikel ilmiah, novel, bahkan berita dalam bahasa Inggris akan sangat membantu untuk memahami teks dengan mudah. Di samping itu, kita akan terbiasa dengan struktur kalimat bahasa Inggris yang benar.

Keempat, jangan lupakan persyaratan administratif dan teknis saat hendak ujian. Misalnya, bila sebelum tes diharuskan membawa KTP, bawalah KTP. Jangan lupa bawa alat tulis yang diperlukan, seperti pensil 2B, penghapus, dan pena. Tisu mungkin akan sangat bermanfaat bagi peserta ujian yang mudah berkeringat.

Kelima, dengarkan instruksi pengawas dengan baik sebelum mengisi data. Tidak lucu, ‘kan, bila kita sudah bersiap menaklukkan soal TOEFL, tetapi justru bermasalah saat mengisi identitas di lembar jawaban?

Keeenam, kerjakan soal dengan tenang sesuai petunjuk. Jangan terlalu lama terpaku pada satu soal, terutama untuk sesi listening. Ini juga kesalahan yang sering saya lakukan, meskipun sudah mewanti-wanti diri untuk tidak demikian. Saat mendengarkan percakapan atau monolog, fokuslah pada hal yang dibicarakan. Jangan melakukan hal lain, sekalipun melihat opsi jawaban, sembari mendengar karena dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi.

Untuk sesi structure and written expressions, perhatikan kalimat yang tertulis pada soal dengan cermat. Saat mengikuti ITP beberapa waktu lalu, sesi ini memiliki dua bagian: mencari bagian yang salah dalam suatu kalimat dan mencari bagian yang tepat untuk melengkapi kalimat yang rumpang. Sekali lagi, bila menemui kendala, jangan berlama-lama menekuni soal tersebut. Lanjut dulu ke nomor berikutnya, kemudian jawab soal yang ditinggalkan pada sisa waktu.

Untuk sesi reading, baca teks secara keseluruhan untuk menangkap inti dari teks tersebut. Ada pula yang menyarankan untuk membaca soal yang terkait dengan suatu teks secara sekilas sebelum membaca. Setelah itu, baru baca dengan teliti sesuai dengan petunjuk soal. Untuk pertanyaan sinonim kata, umumnya bisa dijawab hanya dengan melihat pilihan jawaban saja. Namun, bila kesulitan untuk mencari padanan dari kata yang ditanyakan, baca kalimat yang mengandung kata tersebut. Perkirakan artinya sesuai dengan konteks kalimat sebelum memilih jawaban yang tepat.

Ingat, tidak ada jawaban bernilai minus dalam TOEFL. Saat pikiran buntu dan beberapa nomor masih kosong, tidak masalah untuk mengisi jawaban secara acak. Siapa tahu benar, ‘kan?

Ketujuh, periksa lagi jawaban sebelum mengumpulkan lembar jawaban. Biasanya ada ilham yang datang di saat-saat terakhir. Apapun jawaban yang dipilih, yakinlah dengan itu dan jangan ragu-ragu.

Kedelapan, tawakal dan mohonlah hasil yang terbaik kepada Allah. Karena Dia-lah yang memiliki rencana terbaik. Walaupun Anda mengerjakan soal dengan berkeringat dingin hingga hampir pingsan saking sulitnya, belum tentu skor Anda akan karam di dasar samudera. Demikian pula sebaliknya, rasa percaya diri yang kuat saat mengerjakan soal belum tentu berujung pada keberhasilan. Sukses atau gagal itu biasa, yang penting adalah memaknai dan menyikapinya.

Sekian tips dari saya. Silakan bila ada yang hendak menambahkan atau mengoreksi.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

4 thoughts on “TOEFL? Siapa takut?

  1. oh ide nomor pertama dan delapan itu super sekali, memang nggak ada yang mengalahkan doa-ikhtiar-tawakal, hehehehe. Cuma ada lagi nih yang paling penting, ketika mau tes jangan lupa makan yang kenyang, karena ngerjain TOEFL itu kayak lagi ngejawab soal” ujian. Dan pastinya akan memakan banyak energi.

    Aku inget ketika TOEFL master 4 tahun yang lalu, aku cuma makan roti sama telor aja buat sarapan. Ketika keluar tes laparnya bukan main, sampai pusing. LOL.

    Like

    1. Oya, makan! Aku sampai kelupaan yang satu itu, Kak. Baru ingat pas ikut tes prediksi TOEFL pas bulan puasa, pulang ujian langsung kelaparan 😀

      Makasih Kak Dista, sudah mampir dan berkomentar di sini 🙂

      Like

    1. Iya, An. Bahasa Inggris perlu untuk meningkatkan daya saing, apalagi kalau tenaga ahli dari negara ASEAN bisa masuk ke Indonesia dengan mudah 🙂

      Coba tes prediksi aja dulu 🙂 siapa tahu hasilnya bagus

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s