World Pharmacist Day 2014

twitter_wpd_375x375_v1

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Hari Farmasis Sedunia diperingati tanggal 25 September setiap tahunnya. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Access to Pharmacists is Access to Health”  atau bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Akses menuju Farmasis adalah Akses menuju Kesehatan”. Ini berarti, peran farmasis sebagai jembatan menuju pelayanan kesehatan sudah tidak diragukan lagi.

Farmasis, bagi saya, adalah profesi kesehatan yang unik. Saat profesi kesehatan yang lain memiliki wewenang untuk melakukan tindakan pada pasien, farmasis tidak berhak melakukannya. Namun, ketika sudah menyangkut obat-obatan, farmasis adalah orang pertama yang dicari (dan seharusnya memang demikian). Keahlian farmasis mengenai obat-obatan dari berbagai aspek inilah yang menjadi nilai lebih, sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Saya tidak ingin mempermasalahkan sebutan apa yang tepat bagi farmasis Indonesia, apakah ‘apoteker’, sesuai tradisi yang dibawa oleh Belanda, ataukah ‘farmasis’, sebutan yang digunakan di hampir seluruh negara di dunia, bahkan oleh Belanda sendiri. Saya pun tidak ingin berkoar-koar mengenai upaya untuk mengembalikan eksistensi apoteker, seolah-olah hanya itu yang dicari di dunia ini. Plang nama, jas, dan aneka atribut pengenal lain memang perlu, tetapi ganjil rasanya bila kita hanya disibukkan untuk itu. Sebagai sebuah profesi, farmasis atau apoteker sudah selayaknya mengabdi dengan ikhlas, alih-alih menjual citra semu. Justru dengan mengabdilah, kebermanfaatan profesi ini akan dirasakan oleh masyarakat. Eksistensi apoteker akan kembali dengan sendirinya saat pengabdian kita telah mencapai seluruh lapisan masyarakat.

Profesi ini terlalu mulia untuk sekadar mencari pengakuan dari profesi kesehatan lain. Profesi ini terlalu mulia untuk sekadar menarik simpati masyarakat.

Mari bekerja keras untuk pelayanan kesehatan Indonesia yang lebih baik, dengan niat ibadah, dengan hati yang ikhlas.

Selamat Hari Farmasis Sedunia!

 

 

(Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan sebagai pengingat bagi diri saya sendiri dan bagi rekan sejawat lainnya. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan dengan kata-kata saya.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s