Setelah Ini Apa Lagi?

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah, Sabtu lalu, saya telah resmi menyandang gelar Magister Farmasi. Rasanya lega dan tidak disangka :). Memang sedikit molor dari target awal, tetapi ada hikmah yang bisa saya syukuri dari keterlambatan itu. Salah satunya kesempatan untuk melihat ‘dunia luar’ beberapa waktu lalu :).

Jujur saja, dari sekian tahap pendidikan yang saya jalani, pendidikan S2 Farmasi ini yang paling menguras emosi dan tenaga dan pikiran..haha. Bawaannya pengen cepat selesai karena ada banyak hal yang ingin saya lakukan setelah ini, disamping karena ini bukan jalan hidup yang timbul dari keinginan saya sendiri. Saya takut hilang motivasi bila terlalu lama berkutat di tahap ini (dan kenyataannya beberapa kali kehilangan motivasi). Namun, alhamdulillah, diiringi oleh doa orangtua, keluarga, dan pembimbing (serta dari mereka yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu), pendidikan yang berat ini bisa diselesaikan dengan baik.

Setelah ini, lalu apa lagi?

Lanjut sekolah? Pilihan ini sepertinya cukup gila, mengingat dulunya saya tidak pernah berpikir untuk menempuh pendidikan di atas strata-2. But, my friends and supervisor encouraged me to do so. Huaaahh, saya pun sebenarnya masih ingin mendalami minat saya (biarpun ini saja sudah membuat saya sakit kepala). Namun, saya sadar bahwa studi doktoral bukan main-main (apalagi kalau ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri), jadi saya harus benar-benar meluruskan niat dan memantapkan hati sebelum mulai melangkah :).

Opsi lainnya adalah bekerja sembari mempersiapkan studi lanjut (kalau Allah mengizinkan). Dengan demikian, saya bisa memiliki penghasilan sendiri, yang bisa digunakan untuk membahagiakan orangtua, membantu biaya hidup saudara, bersedekah, kurban, dan syukur-syukur bisa membawa saya ke tanah suci insya Allah.

Selain itu, saya masih memendam keinginan untuk menulis dengan serius. Setidaknya satu buku sebelum usia 21 tahun. Fiksi? Non fiksi? Lebih condong ke opsi pertama, sih.

Umm, saya juga ingin mendalami bahasa asing selain bahasa Inggris. Pilihannya antara bahasa Jepang, bahasa Jerman, serta bahasa Arab. Namun, dua opsi terakhir dasarnya sangat lemah. Semoga Allah mengizinkan saya untuk mendalaminya.

Kesibukan dengan urusan pendidikan ini entah mengapa membuat target amalan saya jauh dari tercapai. Saya juga ingin mengejar target untuk akhirat dengan langkah yang lebih cepat dan bertenaga dibandingkan sebelumnya.

Masih ada 27 hari lagi sebelum tahun 2014 berakhir. Semoga ada kemajuan yang saya gapai sebelum tahun 2015 datang mengintip, aamiin :).

(Inspired by Riza’s post. You can read it here)

Advertisements

6 thoughts on “Setelah Ini Apa Lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s