Oyaji no Senaka Ep 9: Otou-san, Haha ni Naru!?

Oyaji no Senaka Episode 9.mp4_thumbs_[2015.01.05_14.47.47]

Info bisa dilihat di sini.

Sinopsis:

Tatsuya (Kamiki Ryuunosuke) adalah seorang mahasiswa yang sedang mencari pekerjaan dan sebentar lagi akan lulus. Di tengah keputusasaannya karena tidak kunjung menerima panggilan kerja, Nozomi, kekasihnya, (Okamoto Azusa) menyarankan Tatsuya untuk meminta bantuan ayahnya (Uchino Masaaki) yang bekerja di perusahaan besar sebagai kontraktor. Meskipun enggan, akhirnya Tatsuya datang ke kantor beliau. Alangkah terkejutnya Tatsuya ketika mengetahui bahwa ayahnya sudah tidak bekerja di sana lagi. Bukan hanya itu, sang ayah pun mengajukan diri untuk menggantikan ibunya (Natsukawa Yui) dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak, terutama Kanta (Takagi Serai) yang masih kecil. Di saat yang sama, sang ibu dipromosikan untuk menjadi brand manager, yang menuntut kesibukan yang lebih di luar rumah.

*****

Judul dan subjudul dorama ini bisa diterjemahkan sebagai Father’s Back: Dad want to be a Mom? Sekadar pemberitahuan, ulasan ini akan mengandung banyak bocoran, jadi, bila tidak suka, lebih baik jangan baca sampai selesai 😀

Dorama ini memiliki konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak tertua yang menyadari kewajibannya untuk segera mendapat pekerjaan, sang ayah yang tiba-tiba berhenti bekerja, lalu siapa yang hendak menafkahi anak-anak, padahal anak kedua masih duduk di bangku sekolah dasar. Oke, sang ibu juga bekerja, malah dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, kemudian siapa yang harus mengurus rumah tangga dan anak-anak?

Dengan kekacauan-kekacauan yang sempat terjadi di awal: sang ayah yang kesulitan untuk mengurus rumah tangga, sang ibu yang menghadapi kendala dalam pekerjaannya, anak pertama yang frustasi karena tidak juga mendapat pekerjaan (sementara kekasihnya sudah) dan hampir pasrah untuk bekerja paruh waktu di sebuah kedai, juga anak kedua yang belum menyiapkan kostum untuk pementasan drama sekolah, para tokoh belajar untuk menyelesaikan masalah masing-masing, serta menguatkan ikatan dengan anggota keluarga lainnya.

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah pertengkaran yang sengit antara Tatsuya dan ayahnya. Tatsuya yang tidak terima dengan  petuah-petuah sang ayah seputar pekerjaan dan proses mencari kerja (padahal ayahnya sendiri keluar dari pekerjaannya dengan alasan yang tidak jelas). Agak mengerikan, menurut saya, karena melibatkan adu fisik. Namun, setelah sama-sama terkapar, keduanya menjadi lebih terbuka satu sama lain. Tatsuya mengakui bahwa ia sebenarnya menjadi anak yang bandel terhadap nasihat ayahnya, karena ia merasa tidak mampu untuk melampaui pencapaian sang ayah. Namun, jauh di dalam hatinya, ia sangat menghormati dan mengagumi ayahnya. Karena itulah, ia butuh penjelasan lebih dari ayahnya, mengenai alasan sang ayah berhenti dari pekerjaannya. Di sisi lain, sang ayah bukannya berhenti karena alasan seremeh ‘rasa tidak senang terhadap atasan’ melainkan lebih dari itu. Tanpa diduga, ayah Tatsuya justru sudah tidak punya energi lagi untuk mencari pekerjaan baru, karena itulah ia memutuskan untuk menjadi bapak rumah tangga.

Setelah menonton dorama ini, saya mengerti bahwa baik bekerja maupun menjadi ibu/bapak rumah tangga, dua-duanya sama-sama tidak mudah. Bekerja, berarti harus menyesuaikan diri dengan target perusahaan/institusi, belum lagi karakter rekan kerja yang beragam, ada yang baik, ada pula yang saling iri dan dengki. Sementara itu, mengurus rumah tangga, meskipun terlihat lebih santai, sebenarnya tidak. Mencuci, memasak, bersih-bersih, belum lagi berbelanja,  merawat anak di kala sakit, memenuhi undangan dari guru, dari tetangga, dan segala macam urusan yang akan panjang bila disebutkan satu per satu. Yang terpenting adalah menjalaninya dengan ikhlas dan sepenuh hati, agar memberikan hasil yang optimal. Hal itu pulalah yang akhirnya dipahami oleh Tatsuya, yang akhirnya menjalani proses pencarian kerjanya dengan tidak setengah-setengah, seperti yang dilakukannya sebelumnya.

Meskipun demikian, karena durasinya yang singkat dan konfliknya yang tidak rumit, mungkin tidak terkesan istimewa bagi sebagian penonton. Namun, setidaknya, dorama ini memberikan saya kesempatan untuk refleksi diri sebagai seorang anak yang insya Allah suatu saat nanti akan menjadi orangtua, aamiin.

Apa pun peran yang dijalani sekarang, jalanilah dengan sungguh-sungguh. Kebahagiaan sesungguhnya akan hadir melalui pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain.

(Tatsuya’s dad to his son, with some modifications)

Advertisements

4 thoughts on “Oyaji no Senaka Ep 9: Otou-san, Haha ni Naru!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s