[Pharmonday] Sebaiknya Diminum dengan Air

tea and coffee Minum obat dengan teh/kopi, bolehkah? (Gambar dari: www.the-color-of-tea.com)

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Kali ini, ada rikuesan dari Mbak Mikan tentang larangan meminum obat bersama teh atau kopi. Sebelumnya, meminum obat dengan teh atau kopi itu boleh atau tidak? Jawabannya bagaimana, ya, kira-kira?

Kita tanya si Obat dulu, yuk?

Waswiswusweswos *ceritanya lagi bisik-bisik*

Ternyata, si Obat tidak suka teh atau kopi. Soalnya mereka usil dan suka mengganggu. Lain halnya dengan air yang anteng dan tidak banyak ulah. Makanya si Obat dan air itu soulmate-an. Ke mana-mana maunya bareng. Kalau tidak ada air, Obat jadi galau sendiri. Kalau sudah galau begitu, jangankan jalan-jalan, bekerja pun dia tidak mau.

*****

Berbeda dengan air yang netral, teh dan kopi mengandung beragam senyawa. Kopi mengandung kafein, senyawa yang dapat membuat kita melek setelah meminumnya. Sementara itu, di dalam teh, terkandung senyawa-senyawa polifenol seperti katekin dan tanin, juga kafein.

Senyawa-senyawa ini bisa berinteraksi dengan obat yang diminum. Tanin, misalnya, dapat menghambat proses penyerapan obat dalam lambung dan usus. Bila penyerapan obat sudah terganggu, kadar obat dalam darah tidak akan optimal dan lebih jauh lagi, dapat menurunkan efek obat itu sendiri. Sementara itu, interaksi obat dengan kafein cenderung lebih beragam. Obat yang meningkatkan kerja sistem saraf pusat (stimulan), misalnya, bila diminum bersama kopi, akan menyebabkan efek stimulannya meningkat. Sementara itu, ada juga beberapa jenis obat yang dapat menghambat metabolisme kafein, seperti siprofloksasin (sejenis antibiotik) dan albuterol (salah satu obat asma), sehingga kafein lebih lama berada di dalam tubuh. Maunya sih menghilangkan kantuk, eh, malah bisa berakibat jantung berdebar dan efek-efek tidak menyenangkan akibat kelebihan dosis kafein.

Beberapa orang mungkin meminum obat bersama teh dan kopi karena alasan tertentu. Mungkin untuk menghilangkan rasa dan bau obat, dan lain sebagainya. Namun, pliis, untuk kebaikan pembaca semuanya, sebaiknya obat diminum dengan air, kecuali untuk kondisi-kondisi tertentu yang memungkinkan obat boleh diminum dengan cairan lain, seperti susu, misalnya. Insya Allah akan dibahas pada postingan berikutnya.

Informasi lebih lengkap mengenai obat yang akan/sedang Anda minum, silakan tanyakan kepada apoteker terdekat :).

Semoga bermanfaat.

 

Referensi :

Efek polifenol dalam teh hijau terhadap obat

Interaksi kafein dengan berbagai obat (1)

Interaksi kafein dengan berbagai obat (2)

Interaksi kafein dengan berbagai obat (3)

Informasi mengenai interaksi kopi dengan obat-obat tertentu

Informasi mengenai interaksi teh hijau dengan obat-obat tertentu

Informasi mengenai interaksi teh hitam dengan obat-obat tertentu

Advertisements

28 thoughts on “[Pharmonday] Sebaiknya Diminum dengan Air

    1. Iya, Pak Iwan 🙂 kadang senyawa nakalnya malah sengaja/tidak sengaja dimasukkan ke dalam tubuh oleh orang yang meminum obat. Kasihan jadinya :|.

      Like

  1. Thanks infonya Ami.
    Rikues tentang vaksin saya dukung sepenuhnya, karena pengalaman tentang perbedaan pemberian basic vaksin di Indonesia dan UK. Anak kedua ku usia 4thn disini disuntik macem2, padahal basic vaccination di Indonesia sdah lengkap.

    Like

    1. Sama-sama, Mbak Nadia 🙂

      Sebaiknya minum obat dengan air hangat, Mbak, supaya lebih cepat larutnya dibandingkan kalau minum obat dengan air dingin. Kalau obatnya cepat larut, maka kerjanya juga akan lebih cepat.

      Cuma, jangan dengan air yang terlalu panas, supaya zat aktif dalam obatnya tidak rusak :).

      Like

    1. Tergantung obatnya, Bang Gara :).
      Ada obat yang tidak boleh diminum dengan susu karena bisa berikatan dengan kalsium susu, jadinya tidak berefek.
      Ada obat yang justru disarankan untuk diminum dengan susu karena bisa mempercepat kelarutannya atau untuk meminimalkan iritasi lambung akibat obat tersebut. 🙂

      Like

  2. Ami, suka dengan postingan ini!!!! kemaren aku minumnya ama milo,,haduhhh!!! suami yg berpesan sih supaya ada jeda 3 jam antara minum obat dengan minum susu
    coba tolong ini dibahas ya? *rikues ceritanya*

    Like

  3. Thank you Ammii…iya banyak orang yang suka salah kaprah minumnya dengan teh sampai aku concern. Nah kutunggu postingannya yang dengan susu soalnya setahuku di sebagian obat susu mengurangi/menetralkan efek obatnya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s