RBB – Februari 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Februari. Akhir bulan, berarti saatnya merekap buku yang sudah dibaca selama 28 hari terakhir. Namun, sayang sekali, bulan ini saya hanya berhasil menuntaskan dua buku. Apa sajakah itu?


1. Winter in Tokyo – Ilana Tan

Sebenarnya buku ini saya baca dalam bentuk e-book (yang sayangnya tidak disertai kover pula). Buku ini merupakan salah satu bagian dari Tetralogi Empat Musim karya Ilana Tan yang berlatar di empat kota berbeda. Tiga judul lainnya adalah Summer in Seoul, Autumn in Paris, dan Spring in London. Novel ini bergenre romance, lebih spesifiknya Metropop, mengingat latarnya yang berada di sebuah kota besar dengan kesibukan khas masyarakat urban.

Seperti judulnya, buku ini berlatar kota Tokyo. Tokoh utamanya Ishida Keiko dan Nishimura Kazuto. Keiko tinggal di sebuah apartemen dan bekerja di sebuah perpustakaan. Kazuto sendiri berprofesi sebagai seorang fotografer yang pindah dari New York ke Tokyo untuk melupakan masa lalu. Kazuto tinggal bersebelahan dengan Keiko dan dari sanalah mereka mulai mengenal satu sama lain.

Meskipun bukan penggemar romance, saya menyukai Winter in Tokyo ini. Bahasanya tidak terlalu rumit dan alurnya juga tidak bertele-tele. Latar dan suasana khas Jepang juga terasa di sepanjang cerita.


2. Etika Farmasi dalam Islam – Hendri Wasito dan Diar Herawati E.

image

Sebenarnya, buku ini sudah lama saya miliki, tepatnya sejak semester awal kuliah S1. Sayangnya, saya melupakan sebagian besar isinya. Karena itulah, saya memutuskan untuk membaca ulang buku ini.

Kedua penulis Etika Farmasi dalam Islam ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Islam Bandung. Dikemas dengan ringkas dan padat dalam buku setebal 114 halaman, buku ini memadai untuk dijadikan pengantar bagi pembaca yang ingin tahu seluk-beluk Farmasi dari perspektif Islam. Bila selama ini hanya Ibnu Sina yang dikenal sebagai ilmuwan Islam yang berjasa di bidang kedokteran dan pengobatan, sebenarnya masih banyak lagi nama-nama yang belum familiar bagi saya, padahal mereka banyak menghasilkan karya. Misalnya saja Al-Biruni yang menulis sekitar 130 buku. Masalah lain yang diangkat di dalam buku ini adalah kehalalan sediaan obat dan titik kritis yang bisa menyebabkan suatu obat menjadi haram untuk dikonsumsi. Pengetahuan seperti ini sangat minim saya peroleh di bangku perkuliahan, sehingga dengan membaca buku ini, setidaknya saya menjadi lebih sadar akan pentingnya kejelasan mengenai halal-haramnya suatu obat.

Sayangnya, buku yang diterbitkan oleh Graha Ilmu ini masih memiliki kekurangan dari segi penulisan. Masih ada typo dan paragraf yang diulang-ulang. Mengingat buku yang saya miliki ini merupakan cetakan pertama, kekurangan yang ada mungkin sudah diperbaiki di cetakan berikutnya.

Selain dua buku ini, saya juga membaca Da Vinci Code karya Dan Brown (e-book) dan Thinner karya Stephen King pada bulan ini. Hanya saja, saya belum merampungkan keduanya, apalagi Da Vinci Code tebalnya lumayan.

Bagaimana dengan pembaca sekalian? Sudah baca berapa buku bulan ini?

Advertisements

11 thoughts on “RBB – Februari 2015

  1. Wihi, Ilana Tan! I admire her. Gila itu novelnya ada 5 best seller semua. Sedih-sedih padahal ceritanya, beberapa sad ending (spoiler :hehe), tapi memang tulisannya bagus, sih. Apalagi no one knows who is she really, jadi misterius-misterius bagaimana gitu. Hehe. But I admit, her writings are outstanding. Sudah baca novelnya yang lain?
    Ilmuwan Arab itu memang keren… seingat saya yang menemukan ilmu aljabar itu ilmuwan Arab juga bukan, sih? :nebak :hehe

    Like

    1. Duh, berarti aku ketinggalan nih. Dulu Summer in Seoul bacanya nggak selesai karena pinjam dari teman.

      Setuju, tulisannya bagus dan apa, ya? Bisa membawa pembacanya untuk hanyut dalam cerita (itu salah satu parameter novel bagus, menurutku). Dan di era socmed di mana mayoritas penulis bisa ‘ditemui’ dengan mudah, Ilana Tan nggak seperti itu :).
      Semoga ada kesempatan untuk berburu buku-bukunya yang lain :).

      Yang menemukan ilmu aljabar itu Al-Khwarizmi, tetapi beliau orang Persia 🙂

      Liked by 1 person

      1. Yap, tulisannya menganyutkan. Beberapa teman saya katanya menangis saat baca novelnya yang Autumn in Paris dan Sunshine Becomes You :lemparisu
        Oh, Persia… sip sip :hehe.

        Liked by 1 person

  2. Da Vinci Code dulu aku selesein 3 hari Mi, kaya orang gila bacanya karena gak bisa berhenti. Cuma istirahat buat makan,sholat, tidur.😁😁😁 gak membanggakan sih, karena buat khatam quran aja butuh waktu berbulan2..
    Nah, kehalalan suatu produk, apalagi obat ini sbnrnya isu penting ya, tapi belum populer sangat.

    Like

    1. Wow, salut sama Mbak Ziza. Aku baca e-book dari tablet jadi nggak nyaman di mata, Mbak. Tapi ceritanya emang seru, sih 🙂

      Aduh, aku juga kalau ngaji butuh waktu lama buat khatam *ironis*

      Iya, Mbak Ziza, harus lebih disosialisasikan supaya masyarakat dan tenaga kesehatan lebih paham tentang pentingnya kehalalan obat. Seringnya berlindung di balik alasan darurat :(.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s