[Pharmonday] Waspada Obat Palsu

11246256_10152911394476365_3173895192082413116_n

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Di zaman sekarang, tampaknya sebagian orang semakin ‘kreatif’ dengan maraknya aneka produk tiruan. Mulai dari mainan tiruan, minuman kemasan tiruan, bahkan beras pun sudah ada tiruannya. Obat, sebagai produk yang dikonsumsi oleh manusia, pun juga menjadi sasaran empuk inovasi para produsen nakal. Mereka memalsukan obat dengan berbagai cara agar para konsumen tertipu. Kemasan dan bentuknya yang mirip membuat obat palsu sulit untuk dibedakan dari obat asli. Yuk, kenali obat palsu lebih dekat agar kita bisa waspada akan bahayanya.

Apa itu obat palsu?

Menurut infografis yang dirilis oleh Fight the Fakes, obat palsu merupakan:

Obat yang tidak mengandung zat-zat yang seharusnya terkandung di dalamnya.

  • tidak mengandung zat aktif
  • mengandung bahan yang tepat
  • dosis yang tidak tepat
  • mengandung bahan berbahaya

serta dibuat dalam kondisi yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi maupun yang ditetapkan oleh regulasi, misalnya di garasi, gudang, atau tempat-tempat lainnya.

Bahaya obat palsu

10982242_10152888680441365_5437624629736865336_n

Obat palsu memberikan keyakinan yang salah kepada pasien: seakan-akan mereka telah menerima pengobatan yang tepat. Bahaya obat palsu antara lain:

  • memperparah penyakit
  • disabilitas
  • kematian
  • atau resistensi terhadap obat-obatan yang sebenarnya.

Sebagai contoh, sekitar 700.000 orang meninggal karena obat-obatan palsu untuk penyakit malaria dan tuberkulosis setiap tahunnya.

Mitos dan fakta seputar obat palsu

Mitos

Fakta

Hanya obat bermerek dagang yang bisa dipalsukan Obat generik (yang tidak bermerek dagang)  pun bisa dipalsukan.
Hanya obat-obat lifestyle yang bisa dipalsukan Obat-obat yang mengandung hormon serta sitostatik (untuk kanker) pun kerap dipalsukan.
Risiko terburuk dari menggunakan obat palsu sederhana saja: obatnya tidak bekerja Obat palsu tidak akan mengobati, bahkan justru memperparah penyakit dan mungkin dapat berujung pada kematian.
Ada obat palsu yang berkualitas baik Obat-obat palsu bisa saja mengandung bahan yang salah, dalam kadar yang salah, tidak mengandung zat aktif, atau justru mengandung bahan berbahaya.

Obat-obat ini mungkin disimpan pada suhu dan kelembapan yang tidak tepat, dan yang jelas, obat palsu tidak melalui proses kendali mutu dan tidak mendapat persetujuan dari badan pemerintah yang berwenang.

Obat palsu mudah dibedakan dari obat asli Obat-obat palsu dikemas semirip mungkin dengan aslinya.

Cara-cara untuk menghindari bahaya obat palsu

  • Bicarakan dengan dokter/apoteker bila Anda mengalami efek samping yang tidak biasa setelah menggunakan obat tertentu.
  • Jika Anda biasa menggunakan obat-obat tertentu, kenali bau dan rasanya serta perhatikan jika ada kelainan yang ditemukan.
  • Laporkan kasus mencurigakan pada lembaga regulasi obat-obatan yang berwenang (di Indonesia adalah Badan POM)
  • Belilah obat di apotek yang jelas izinnya dan memiliki apoteker penanggung jawab yang memiliki izin praktek (untuk mudahnya, bisa dilihat dari  nomor Surat Izin Apotek, nama apoteker penanggung jawab, beserta nomor Surat Izin Praktek Apoteker yang tertera pada plang apotek)
  • Obat-obat yang harganya sangat murah (dan tidak wajar) bisa jadi merupakan tanda obat palsu. Jangan mudah tergiur oleh harga murah yang ditawarkan.

Nah, berikut ini adalah beberapa infografis mengenai obat palsu (dari www.figththefakes.org) untuk memudahkan para pembaca  dalam memahami info terkait obat palsu. (Klik gambar untuk memperbesar)

10956634_10152913608591365_5171001397198030939_n 11265423_10152913608951365_9222790234410648200_n

11074324_10152913608836365_3344875781660358643_n 11165306_10152913608691365_4194439863907101660_n

Semoga bermanfaat.

[Semua info dan gambar bersumber dari page facebook Anti Counterfeit Drug Campaign dan grup facebook International Pharmaceutical Students’ Federation.]


Keterangan tambahan:

Untuk melaporkan temuan obat yang mencurigakan, hubungi Contact Center BPOM di nomor telepon 1500533 atau cara lainnya bisa lihat di situs Unit Layanan Pengaduan Konsumen http://ulpk.pom.go.id/ulpk/home.php

Advertisements

17 thoughts on “[Pharmonday] Waspada Obat Palsu

  1. Mengkhawatirkan dan seram sekali, Mi. Kayaknya kita memang mesti punya apotik rujukan yang terpercaya, terus tidak membeli obat di tempat yang tidak jelas. Takutnya abal-abal :hehe. Serem euy kalau minum obat bukannya malah sembuh, tapi tambah sakit…

    Like

    1. Iya, Mbak. Benci, geram, tapi sedih juga, kok negara ini sebegini parahnya ya. Semoga Allah menunjuki orang-orang itu biar sadar dan nggak membahayakan sesama lagi.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s