Kisah Kaum Nabi Luth

Danau Laut Mati (credit: here)
Danau Laut Mati (credit: here)
( 77 )   Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit”.
( 78 )   Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”
( 79 )   Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”.
( 80 )   Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.
( 81 )   Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”.
( 82 )   Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
( 83 )   Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

(QS Huud: 77-83)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

EF#20 – Relationship Effect

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Relationship affects my life, in a way that hard to describe.

As I meet other people everyday, I make new relations with them. Be it between me and a new friend, or me and my senior, etc. By developing new relationships, I could get benefits: from friendly smiles to sharp critics.

Relationship, for me, is like connecting each piece of puzzle to get a bigger and clearer image. As a person, I am far from perfect. I need others to complete myself. By interacting with other people, I know myself better. By maintaining some relationships, I can get a bigger image of myself.

Ramadhan dan ‘Resep’ Peningkatan Diri

image credit: www.dreamstime.com
image credit: http://www.dreamstime.com

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Ada yang menarik dari ceramah seorang ustadz semalam. Beliau memberikan perumpamaan yang berbeda mengenai Ramadhan. Bila biasanya saya mendengar bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan, lain halnya dengan beliau yang menganalogikan Ramadhan sebagai resep. Resep di sini maksudnya adalah resep dokter (prescription), bukan resep masakan (recipe). Hmm, apa hubungannya? 
Continue reading “Ramadhan dan ‘Resep’ Peningkatan Diri”