Analogi Hidup

image

BIsmillaahirrahmaanirrahiim…

Menyimak ceramah Ramadhan malam ini, saya menjadi tersadar tentang hidup.


Bahwa hidup adalah ibarat bagian dari sebuah perjalanan. Ia bukan destinasi akhir, melainkan tempat singgah untuk mengumpulkan bekal. Perjalanan yang dilalui manusia sangatlah panjang, tetapi kita tidak tahu kapan waktu untuk mengumpulkan bekal itu akan habis. Hari ini kah? Esokkah? Setahun lagikah? Hanya Allah yang tahu. Begitu waktunya habis, kita akan dipanggil. Boleh membawa bekal, asal bekal yang memungkinkan untuk dibawa. Pergi ke luar negeri saja, misalnya, tidak boleh membawa barang-barang tertentu ke atas kabin, ‘kan? Nah, kurang lebih begitu pula halnya dengan kita nantinya. Segala bekal yang pernah kita miliki: harta kekayaan, keluarga, jabatan – tidak bisa dibawa ke destinasi selanjutnya -alam kubur. Hanya amal shalih yang akan menemani di sana.

Analogi lain yang terlintas di pikiran saya adalah bahwa hidup ini adalah layaknya sebuah sekolah. Kita belajar, kita dilatih, kita diuji. Ada kalanya kita malas belajar, ogah-ogahan mengerjakan ujian. Tentu saja hasilnya tidak baik. Namun, seburuk apapun hasilnya, kita masih bisa berusaha keras untuk memperbaikinya, asalkan masih di dunia. Masih bisa mengulang ujian, belajar lagi, dan begitu seterusnya. Kita tidak tahu kapan waktu kita di ‘sekolah’ akan habis. Tahu-tahu sudah ujian akhir. Kita dipanggil. Kita dievaluasi hingga detail-detail terkecil yang mungkin tidak pernah kita sangka. Hanya ada dua kemungkinan: lulus atau gagal. Yang lulus tentu akan mendapatkan penghargaan, sementara yang gagal akan dihukum.

Ah, membayangkannya saya jadi merinding.

Astaghfirullah…

Advertisements

9 thoughts on “Analogi Hidup

  1. Sementara itu, dalam perjalanan mengumpulkan bekal ini, kita diberikan pilihan untuk sembari melakukan hal-hal lain yang kita tidak tahu apakah itu akan menghambat perjalanan atau malah membantu.

    Liked by 1 person

  2. Dengan semua hal baik yang kita lakukan di dunia ini, semoga bisa menutup semua ketidakbaikan yang mungkin pernah kita lakukan dan menjadikan diri ini lulus dengan baik ya Mi :amin. Analogi yang menyadarkan manusia untuk terus belajar, mengejar kebaikan untuk satu hari akhir yang pasti. Terima kasih, ya :hehe.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s