[Pharmonday] Cegah Resistensi, Mari Bijak Gunakan Antibiotik

image

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus ditanggapi dengan serius. Pasalnya, resisensi antibiotik dapat menyebabkan proses penyembuhan yang lebih lama, bahkan kematian. Padahal, bila ditelusuri, masalah ini bisa berawal dari kebiasaan ‘sepele’, misalnya:
■ Menggunakan antibiotik untuk penyakit yang belum tentu disebabkan oleh infeksi bakteri. Seperti batuk pilek, misalnya.
□ Menggunakan antibiotik dengan dosis ‘coba-coba’
■ Menggunakan antibiotik dengan ‘berbekal’ pengalaman anggota keluarga, teman, maupun orang sekitar. Padahal mungkin antibiotik yang mereka gunakan belum tentu sesuai dengan kondisi yang dialami.
□ Tidak menuntaskan pengobatan dengan antibiotik. Obat untuk 5 hari, dihentikan setelah 2 hari penggunaan karena gejala penyakit sudah mulai reda.

Bila resistensi antibiotik ini terus meluas, bukan tidak mungkin kita akan kembali ke zaman pra-antibiotik. Bakteri penyebab infeksi kebal terhadap antibiotik, sementara penemuan antibiotik ‘mentok’ sejak beberapa dasawarsa belakangan. Akibatnya, infeksi yang biasanya bisa terobati dalam waktu singkat, menjadi sulit unuk ditangani, berujung pada komplikasi dan kematian.

Ah, membayangkannya saja saya jadi ngeri. Semoga hal-hal yang tidak diinginkan tidak sampai terjadi pada diri kita semua.

Mari gunakan antibiotik dengan bijak! 🙂

Advertisements

13 thoughts on “[Pharmonday] Cegah Resistensi, Mari Bijak Gunakan Antibiotik

  1. Bener, jangan terlalu ketergantungan. Harusnya maksa tubuh biar adaptif/reaktif sama bakteri yg terus-terusan bisa resisten sama obat yg ada.

    Like

    1. Iya, Mas. Selagi masih bisa mengandalkan daya tahan tubuh, istirahat, dan makanan sehat, tentu bagus. Tapi kalau memang sudah didiagnosis dengan penyakit karena infeksi bakteri, dan diresepkan antibiotik oleh dokter, ya harus patuh minum antibiotiknya :).

      Like

  2. Iya ya, kalau resisten itu bahaya sekali. Baiklah, agaknya kita memang mesti pakai antibiotik jika dan hanya jika diresepkan oleh dokter. Dan sebisa mungkin jangan pakai antibiotik kali ya kalau masih tahan sakitnya (terutama untuk infeksi seperti sakit tenggorokan atau batuk pilek), banyak-banyak minum air putih dan kata seorang dokter pada siapa saya dulu pernah berobat, penyakit yang disebabkan virus itu ada siklusnya tersendiri selama satu minggu :hehe.

    Like

      1. Iya, lebih baik tidak kena penyakit sama sekali ya Mi :hehe. Memang tidak sabar sih Mi, apalagi kalau penyakit itu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, pengennya kan cepat sembuh :hehe.

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s