Tentang Saya yang Terlanjur ‘Tidur’ Hingga September Usai

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Bulan September, biasanya ada 1 hari yang saya tunggu-tunggu. Lalu ada satu hari yang mengingatkan saya dengan tragedi dan bencana, pada tahun berbeda, dalam skala berbeda. Tahun ini, tanggal 24 September, bertepatan pula dengan Hari Raya Idul Adha, yang terasa berbeda daripada biasanya.

Biasanya pada 1 hari yang saya tunggu-tunggu itu, sejak saya pertama membuat blog ini, tak pernah sekalipun saya alpa untuk membuat sebuah tulisan, walaupun hanya sebaris kalimat. Sekadar pengingat bahwa saya ‘sadar’, usia saya sudah bertambah lagi, meski sebenarnya sudah lama sekali hal itu terjadi menurut sistem penanggalan Hijriah.

Namun, nyatanya saya lupa. Dan tidak ada yang bisa saya lakukan untuk kembali ke masa lalu, ke hari itu. Saya mulai merasakan kekhawatiran tentang materi yang mulai terkumpul dalam genggaman, seiring keinginan yang membuncah dalam dada, tetapi seakan sia-sia karena waktu luang yang berangsur hilang dari pandangan.

Ah, sudahlah.

Beberapa hari setelah itu, saya mendapat kejutan manis dari rekan-rekan kerja. Esoknya, dari mahasiswa di kelas. Saya tercenung, tak menyangka bahwa hal-hal seperti itu bisa hadir dalam kehidupan saya.

Saya bersyukur ada di tengah-tengah mereka.

Alhamdulillah.

Happy belated birthday.
21 tahun, tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda dan berleha-leha.

Advertisements

15 thoughts on “Tentang Saya yang Terlanjur ‘Tidur’ Hingga September Usai

  1. Usia yang masih sangat muda untuk seorang dosen dan S.2. Subhanallah ya Mi… barakallah ya πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s