Menghadirkan Dzikir dalam Diri

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Apa kabar para pembaca? Maaf karena meninggalkan blog ini terlalu lama karena satu dan lain hal. Namun, insya Allah, mulai hari ini, saya akan mengusahakan untuk mengisi blog ini dengan tulisan yang -mudah-mudahan- bermanfaat.

Dari pengajian Subuh yang tadi sempat saya ikuti, alhamdulillah, saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga, yaitu mengenai dzikir. Bila kita berdzikir, maka Allah pun akan mengingat kita. Namun, dzikir yang bagaimana? Tentunya dzikir yang memang hadir dalam diri, bukan sekadar lafadz yang terus-menerus direpetisi.

Nah, inilah masalahnya. Jujur saja, berdzikir dengan sebenar-benarnya bukanlah perkara mudah. Terkadang lidah menyebut nama Allah, tetapi hati entah ke mana, pikiran pun sulit ditundukkan.

Namun, mari kita ingat faedahnya. Tiada kita akan memperoleh hak jika kewajiban saja tidak dipenuhi. Bila kita enggan mengingat Allah, bagaimana mungkin Allah akan mengingat kita? Sementara daya kita sangat terbatas an kebutuhan kita sangat banyak. Tidak akan mungkin kebutuhan pun keinginan kita akan tercapai tanpa pertolongan dari Allah ta’ala.

Mudah-mudahan kita semua mampu melakukannya, mampu melakukan dizikir yang sebenar-benarnya.

Wallahu a’lam.

Advertisements

9 thoughts on “Menghadirkan Dzikir dalam Diri

  1. Dimulai dari pikiran dulu ya Mi kalau mengingat Tuhan itu, kalau pikiran sudah ingat, bahkan tanpa kata pun pahala akan tetap mengalir :hehe. Sejuk. Thanks for sharing!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s