Mengidentifikasi Diri

credit: Pitsch

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Topik ini sedikit banyak mengganggu pikiran saya belakangan ini. Mengidentifikasi diri? Untuk apa? Mengapa orang-orang melakukannya? Apakah karena manusia adalah makhluk sosial sehingga mereka ingin bersama-sama orang lain? Apa karena manusia takut sendirian dan ditinggalkan karena tidak memiliki kesamaan dengan siapa pun?

Dan saya juga mengikuti mereka, mengidentifikasi diri dengan hal-hal yang orang lain lakukan.

Saat orang-orang mengambil tes MBTI di internet, saya juga mencobanya dan memploklamirkan diri sebagai seorang INTP. Dan percaya atau tidak, saya senang menemukan teman-teman baru yang ternyata memiliki tipe yang sama dengan saya. 

Atau saat tahun kelahiran dijadikan identitas, saya juga melakukannya, dan merasakan semacam kedekatan dengan mereka yang tahun lahirnya sama.

Atau saat buku-buku dijadikan sebuah identitas, saya mulai mencari-cari, buku apa yang seharusnya saya baca agar bisa mengikuti pembicaraan orang-orang? Mereka baca sastra, baca Pram, baca Tere Liye, baca Chekhov, baca HAMKA, lalu saya baca apa? Saya membaca beberapa buku dan begitu menemukan orang-orang yang juga membaca buku yang sama, saya merasa lebih dekat. Hai, ternyata kamu juga pernah baca buku itu? Bukunya menarik memang 🙂

Saya jadi mengira-ngira, sampai mana identifikasi ini akan terus dilakukan? Mungkinkah saya akan terus melakukannya seumur hidup, meski dengan indikator dan cara pandang berbeda? Namun, saya ingin sekali jika identifikasi itu, suatu saat nanti, akan bersangkut paut dengan sesuatu yang lebih prinsip. Sesuatu yang sebut saja, menjadi pedoman hidup yang harus saya jalani dengan baik untuk kebahagiaan di akhirat.

Advertisements

6 thoughts on “Mengidentifikasi Diri

  1. Memang berharga sekali kalau menemukan seseorang yang memiliki persamaan hobi, kesenangan, dan sejenisnya ya Mi.. Serasa kita hidup ternyata gak sendiri, apalagi kalau tipikal introvert. By the way, I’m introvert too. INFJ, pretty rare they said..

    Like

    1. Iya, An, jadi nggak berasa sendirian. Wah, introvert juga ternyata. Kalau nggak salah INFJ langka ya. Katanya sih, kebanyakan populasi di dunia ini tipenyaSensing dan Extrovert 🙂

      Liked by 1 person

  2. well, buat saya sendiri sih cuma untuk lebih mengenal diri sendiri dan berusaha memahami orang lain karena ternyata masih banyak yang menganggap introvert sebagai sebuah kekurangan, penyakit yang harus disembuhkan *sigh*

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s