Saat Penjelajahan Berbuah ‘Penjajahan’

… Bukan kebetulan pula, kedua kata ini dalam kamus bahasa Indonesia adalah sinonim. Kita, yang dengan bangga menyebut diri sebagai penjelajah, pada hakikatnya juga adalah penjajah. Kita, bertopeng sebagai traveler atau backpacker yang menjanjikan kemakmuran ekonomi bagi mereka, sebenarnya adalah juga imperialis yang berdalih menikmati surga di bumi dengan harga yang murah meriah.

Turisme telah menjadikan tempat-tempat sebagai “atraksi”: “where to go” dan “what to see“, bagaikan kebun binatang manusia, dengan semua kandang menampilkan eksotisme masing-masing. Tradisi yang paling mati dihidupkan, yang hidup dikemas ulang supaya jadi yang paling memikat, biarpun palsu yang penting laku, “dijual” sebagai komoditas, dilempar ke pasaran turisme global. Para turis memilih-milih, paket mana yang paling memincut hati.

(Agustinus Wibowo dalam Titik Nol, halaman 182)

Continue reading “Saat Penjelajahan Berbuah ‘Penjajahan’”

2016 Movie Recap

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

I have written my book recap of 2016 here (although it is a bit rough and I planned to make a new one), so I decide to write a recap for movies that I have watched this year. Like what I have experienced with my books, I also tried to go out of my comfort zone. Usually I am only interested in Indonesian, Japanese, and UK/US movies, but not long ago, I watched German and Norway movies also.

Continue reading “2016 Movie Recap”