2016 Year in Review

forest-657902_1920

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tahun 2016 sudah berakhir dan berganti menjadi 2017. Selama setahun belakangan, bohong kalau saya bilang bahwa tidak ada apapun yang berkesan dalam hidup saya, meski memang tidak semua hal yang berkesan harus hadir dalam bentuk pengalaman indah saja. Jadi, kira-kira apa saja yang telah terjadi selama 2016?

Lebih banyak tantangan

Tantangan ini utamanya hadir di tempat kerja. Sempat ada perubahan formasi di Prodi tempat saya bekerja. Beberapa dosen yang sebelumnya tergabung sebagai dosen tetap memutuskan untuk mundur karena alasan tertentu. Di sisi lain, kami kedatangan anggota baru. Saya belajar bahwa setiap orang punya cara yang berbeda dalam berpikir dan menyelesaikan masalah. Awalnya perbedaan ini sempat membuat saya frustrasi, tetapi lama kelamaan alhamdulillah bisa diterima dengan baik. Selain itu, saya juga dipercaya untuk mengambil peran dalam beberapa panitia serta menjadi bagian dalam struktur Prodi. Kepercayaan baru ini tentunya menantang dan di sisi lain mendewasakan diri.

Mengunjungi tempat-tempat baru

Kebanyakan tempat yang saya kunjungi tahun ini tidak jauh-jauh dari urusan pekerjaan. Alhamdulillah akhirnya saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Pasaman dan Pasaman Barat, dua kabupaten di utara Provinsi Sumatra Barat. Selain itu, dengan rada-rada nekat, saya pergi ke Jakarta tanpa didampingi teman untuk menghadiri kongres ISPOR 2016. Saya dibantu oleh famili dan sanak saudara di sana, membuat saya bisa menikmati hari-hari yang dihabiskan di sana tanpa rasa khawatir.

Membaca (dan menonton) lebih banyak

Saya tidak cukup yakin dengan menonton, tetapi tahun 2016 saya membaca lebih banyak buku dibandingkan 2015. Dengan keduanya, saya mendapat informasi dan insight baru yang pada akhirnya membentuk pola pikir dan tulisan-tulisan saya. Saya mencoba membaca buku-buku seperti Demian  dan The Stranger, yang saya kira tidak akan pernah bisa saya nikmati karena perbedaan cara pandang saya dengan tokoh utama pada masing-masing buku tersebut. Namun akhirnya saya bisa menuntaskannya, dengan sejumlah catatan pribadi tentunya.

Transformasi personal

Saya harap subjudul di atas tidak terkesan berlebihan. Selama setahun ini, saya mengalami banyak hal baru yang membentuk pola pikir saya dalam memandang suatu masalah. Saya belajar berdamai dengan lingkungan, tidak terlalu ngotot meski idealisme saya (rasanya) benar, berkenalan dengan lebih banyak sudut pandang, dan mencoba untuk independen. Meski transformasi ini belum sempurna (karena tidak ada yang sempurna dari hidup seorang manusia), saya ingin terus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Isu-isu nasional dan dunia

Tidak bisa dipungkiri, tahun 2016 juga diwarnai dengan berbagai isu. Mulai dari isu Suriah, isu penistaan agama, dan ketegangan-ketegangan lain yang bermunculan setelahnya. Meski belum bisa berbuat banyak, tahun 2016 telah menggugah kesadaran saya untuk mengambil sikap tegas dalam setiap isu, terutama yang melibatkan Islam. Ada masanya untuk menjadi netral, yaitu kala saya tidak memiliki kepentingan apa-apa dalam sebuah konflik. Namun, untuk masalah-masalah tertentu, saya harus memilih karena di sanalah keteguhan prinsip saya diuji.

Demikian rangkuman saya untuk tahun 2016. Ke depannya, saya ingin menjadi lebih baik lagi. Lebih bertanggung jawab, lebih terorganisasi, lebih bersemangat dalam mewujudkan impian, lebih bersyukur, dan lebih bersabar, insya Allah.


image source: here

Advertisements

8 thoughts on “2016 Year in Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s