Ketika Peneliti Pun Butuh ‘Polisi’

graffiti-1041233_1920

Sekelompok peneliti di bawah Meta Research Center, Universitas Tilburg, Belanda telah bergerak dalam pengkajian bias dan galat dalam sains. Salah satu anggotanya, Chris Hartgerink membawa Statcheck ke publik. Statcheck merupakan sebuah piranti lunak yang mampu menganalisis apakah suatu penelitian menggunakan data yang benar atau tidak, hasil kerja keras kolega Hartgerink yaitu Michèle Nuijten. Nuitjen sebelumnya telah menggunakan piranti lunak ini untuk mengkaji penelitian-penelitian psikologi di berbagai jurnal pada tahun 2015.

Awal kemunculannya, Statcheck membuat gempar para ilmuwan. Proses telaah jurnal sebelum publikasi, yang biasanya dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan bereputasi, seakan dimentahkan dengan kehadiran Statcheck. Piranti lunak ini menggebrak hegemoni ekslusivitas publikasi ilmiah dengan kemampuannya mengacak-acak publikasi yang (mungkin) telah terbit di jurnal top sekelas Nature sekalipun. Risiko itu pulalah yang diambil Hartgerink dan koleganya saat memutuskan untuk membawa Statcheck ke publik.

Namun, Hartgerink tidak serta-merta terjun ke dunia ‘polisi’ ini tanpa pertimbangan. Marcel Van Assen, ahli psikologi dan statistik di Departemen Psikologi, Universitas Tilburg, menawarkan sebuah posisi di kelompok riset (yang saat itu belum bernama) untuk mengkaji kesalahan dan bias dalam penelitian. Namun, dalam langkah selanjutnya, kelompok itu ingin mengembangkan metode yang dapat mendeteksi kecurangan dalam penelitian yang telah dipublikasi.

Lahirnya kelompok riset ini tak terlepas dari skandal Diederik Stapel, seorang ahli psikologi sosial di Universitas Tilburg, sekaligus dekan Sekolah Ilmu Sosial dan Ilmu Perilaku sejak 2010. Stapel dikenal sebagai dekan yang kharismatik dan populer di kalangan mahasiswa. Sejak penelitiannya menembus jurnal Science, dengan studi pada topik “priming” (ide bahwa suatu stimuli dapat mempengaruhi perilaku secara tak disadari, tetapi signifikan), popularitasnya terus meroket. Namun, koleganya mulai curiga dengan penelitian-penelitiannya. Semua percobaannya membuahkan hasil, demikian kata salah seorang profesor di Tilburg yang namanya disamarkan.  Seorang mahasiswa melaporkan kecurigaannya kepada profesor tersebut terhadap data-data Stapel yang ganjil. Sang profesor memutuskan untuk bergabung dengan Stapel untuk membantu penelitian sang dekan. Saat menerima set data dari Stapel, sang profesor merasa bahwa data-data itu tidak seperti data asli dan inkonsisten secara internal. Sang mahasiswa membantunya untuk mengumpulkan lebih banyak data dari mahasiswa dan kolaborator lain sehingga lebih banyak bukti yang terkumpul. Pada Agustus 2011, para whistleblowers itu menyerahkan sejumlah barang bukti kepada kepala Departemen Psikologi, Marcel Zeelenberg. Stapel awalnya menyangkal tuduhan itu, tetapi beberapa hari kemudian mengakui bahwa ia tak pernah melakukan penelitian; yang ia lakukan selama ini hanyalah mengarang set data untuk disesuaikan dengan hasil penelitian yang diinginkannya. Stapel pun dinonaktifkan oleh universitas pada 7 September 2011, membuat geger para staf dan mahasiswa di Tilburg kala itu.

Menurut studi yang dilakukan Daniele Fanelli pada 2009, sekitar 2% kecurangan dilakukan ilmuwan setiap tahunnya. Van Assen dan Hartgerink yakin bahwa jumlah kecurangan itu melebihi 2%; tak hanya terjadi di publikasi ‘rendahan’, tetapi juga di jurnal-jurnal berkelas. Selama kecurangan-kecurangan ini tak terungkap, ada kecenderungan bagi peneliti untuk mengabaikan masalah ini dan lebih fokus pada masalah lainnya. Pada akhirnya, Van Assen dan kolega-koleganya di Meta Research Center mengambil jalan lain, sebagai ‘polisi’ bagi para peneliti, tidak peduli dengan peneliti lain yang merasa tersinggung dengan hasil penemuan mereka yang menggemparkan. Sains haruslah mengenai transparansi, kritik, dan kebenaran, demikian menurut Van Assen.


Courtesy of Guardian News & Media Ltd.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s